Ilustrasi penyakit GERD. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah ngerasa heartburn terus-menerus, asam lambung naik sampai ke tenggorokan, atau nyeri ulu hati setelah makan? Itu bisa jadi tanda kamu mengalami GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease. Banyak orang menganggap GERD biasa atau seperti maag saja, padahal kalau dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa berbahaya dan berdampak serius bagi kesehatan jangka panjang.
Artikel ini akan mengupas tuntas seberapa bahaya GERD jika tidak ditangani, apa saja risiko kesehatan yang bisa muncul, dan kenapa kamu harus mulai aware dari sekarang.
Secara sederhana, GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang, bukan sekadar satu atau dua kali. Kalau naiknya sering, dinding kerongkongan akan teriritasi dan bisa menjadi luka kronis. Yang bikin berbahaya bukan cuma sensasi tidak nyaman itu, tetapi dampaknya yang bisa berkembang menjadi komplikasi serius.
Kalau kamu sering mengalami heartburn lebih dari dua kali dalam seminggu, itu bukan sekadar gangguan sesaat, tapi bisa jadi GERD. Ini bukan hanya soal “perih di dada” biasa. GERD yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa merusak organ penting di tubuh.
Baca juga: Jangan Remehkan! Kenali 13 Makanan Pilihan untuk Penderita GERD, Ampuh Redakan Asam Lambung Naik
Salah satu konsekuensi paling umum dari GERD yang tidak diobati adalah esofagitis, yaitu peradangan kronis di kerongkongan akibat paparan asam lambung terus-menerus. Kondisi ini bisa menyebabkan:
Kalau sudah parah, peradangan ini bisa membuat jaringan kerongkongan rusak dan menimbulkan komplikasi lanjutan seperti striktur.
Paparan asam lambung yang berkepanjangan bisa menyebabkan jaringan parut di kerongkongan, yang kemudian membuat saluran kerongkongan menyempit. Kondisi ini disebut esophageal stricture, dengan gejala berupa:
Kalau sudah sampai tahap ini, kamu mungkin perlu prosedur medis seperti dilatasi untuk membuka kembali saluran kerongkongan yang menyempit.
Kondisi ini bisa muncul setelah GERD berlangsung bertahun-tahun tanpa pengobatan. Barrett’s esophagus terjadi ketika sel dinding kerongkongan berubah menjadi sel yang mirip jaringan usus sebagai respons terhadap paparan asam lambung kronis.
Yang bikin ngeri, Barrett’s esophagus merupakan faktor risiko kanker esofagus. Artinya, kalau dibiarkan terus-menerus, GERD tidak hanya bikin nggak nyaman, tapi bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius dan berisiko fatal.
Ini adalah salah satu komplikasi yang paling ditakuti dari GERD yang tidak ditangani dengan baik. Meski kasusnya tergolong relatif jarang, risiko kanker esofagus meningkat pada orang yang mengalami Barrett’s esophagus akibat refluks asam lambung kronis.
Kanker esofagus termasuk jenis kanker yang agresif dan sulit didiagnosis sejak dini karena gejalanya sering muncul ketika kondisinya sudah lanjut. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan GERD sangat penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, Medicalnewstoday.com