Ilustrasi milia yaitu bintik-bintik kecil berwarna putih pada wajah (realself)
INDOZONE.ID - Milia adalah kondisi kulit yang kerap muncul tanpa disadari, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan. Bintik-bintik kecil berwarna putih ini umumnya muncul di area wajah, terutama di sekitar mata, pipi, hidung, dan dagu. Milia merupakan kista kecil yang berisi keratin, yaitu protein alami yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku.
Meski tidak berbahaya dan tidak menular, milia sering membuat penderitanya merasa kurang percaya diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, cara mengatasi, serta langkah pencegahan milia agar tidak muncul kembali.
Milia adalah kista kecil yang terbentuk tepat di bawah permukaan kulit akibat keratin yang terperangkap. Keratin seharusnya keluar secara alami melalui proses regenerasi kulit, tetapi pada kondisi tertentu, protein ini justru terjebak dan membentuk benjolan kecil berwarna putih.
Secara umum, milia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Baca juga: Milia di Wajah Ganggu? Cegah dan Atasi dengan Cara Alami Ini
Munculnya milia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
Penyebab utama milia adalah penumpukan keratin yang tidak dapat keluar melalui pori-pori. Kondisi ini sering terjadi akibat proses eksfoliasi alami kulit yang tidak optimal, sehingga sel-sel kulit mati menumpuk.
Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menebalkan lapisan kulit terluar. Akibatnya, keratin lebih mudah terperangkap di bawah permukaan kulit dan memicu terbentuknya milia.
Produk perawatan kulit yang terlalu berat, berbahan dasar minyak, atau tidak sesuai dengan jenis kulit dapat menyumbat pori-pori. Krim mata atau pelembab yang terlalu oklusif juga sering dikaitkan dengan munculnya milia, terutama di area sekitar mata.
Luka bakar, lecet, iritasi, atau efek samping prosedur tertentu seperti laser dan chemical peeling dapat memicu milia sekunder. Proses penyembuhan kulit yang tidak optimal bisa menyebabkan keratin terperangkap.
Seiring bertambahnya usia, regenerasi sel kulit melambat. Akibatnya, sel kulit mati lebih mudah menumpuk dan meningkatkan risiko terbentuknya milia, terutama pada area kulit tipis seperti kelopak mata.
Retinoid memang efektif untuk mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Namun, pada beberapa orang, penggunaan retinoid dapat menyebabkan iritasi awal yang berujung pada munculnya milia, terutama jika tidak digunakan dengan benar.
Milia sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya, tetapi prosesnya bisa memakan waktu cukup lama. Beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah kemunculannya kembali:
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penumpukan keratin. Gunakan eksfoliator yang lembut, baik fisik maupun kimia (seperti AHA atau BHA), dan hindari area mata kecuali menggunakan produk khusus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline