INDOZONE.ID - Saat ini, banyak orang di seluruh dunia merasa tubuhnya jadi mudah lelah, tubuh terasa nyeri, dan kerap menimbulkan frustrasi karena gejalanya sulit dipahami.
Fibromyalgia merupakan salah satu gangguan nyeri kronis, yang paling sering disalahpahami. Terlebih, karena tidak menunjukkan tanda peradangan atau kerusakan fisik yang jelas, seperti pada banyak penyakit lainnya.
Alih-alih menunjukkan kerusakan jaringan atau sendi, penderita fibromyalgia mengalami nyeri menyeluruh, yang dapat memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.
Mulai dari produktivitas kerja, aktivitas sosial, hingga tugas-tugas sederhana sehari-hari.
Dikutip dari Medical Daily, Fibromyalgia adalah sindrom kronis yang ditandai oleh peningkatan sinyal nyeri, dan respons sistem saraf yang tidak normal.
Baca juga: 6 Makanan dan Minuman Terbaik Rekomendasi Ahli Gizi untuk Nyeri Otot
Berbeda dengan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, fibromyalgia tidak merusak sendi maupun otot.
Tubuh tidak sedang menyerang dirinya sendiri, melainkan sistem saraf yang keliru dalam memproses rangsangan. Sehingga, sensasi normal diterjemahkan sebagai rasa sakit.
Perbedaan mendasar ini menjelaskan, kenapa pemeriksaan medis konvensional seperti tes darah, rontgen, atau pencitraan sering kali menunjukkan hasil normal.
Ilustrasi nyeri otot (Insider)
Kondisi tersebut tidak jarang membuat pasien merasa diabaikan, atau bahkan meragukan pengalaman nyeri yang mereka rasakan.
Secara historis, fibromyalgia pernah dianggap sebagai gangguan psikologis semata atau disebut sebagai 'fibrositis'.
Namu, setelah puluhan tahun penelitian dan advokasi, dunia medis baru mengakui fibromyalgia sebagai kondisi nyeri kronis yang nyata, dan layak mendapatkan perhatian klinis serius.
Ciri utama fibromyalgia adalah, nyeri otot dan tulang yang menyebar luas. Rasa nyeri ini sering digambarkan sebagai pegal, panas, atau berdenyut, dan dapat berpindah-pindah dari satu bagian tubuh ke bagian lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily