Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Nyeri Otot Bokong Jangan Diabaikan! Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Nyeri Otot Bokong Jangan Diabaikan! Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinyailustrasi nyeri bokong (freepik)

INDOZONE.ID - Nyeri otot bokong sering dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari duduk, berdiri, hingga berjalan.

Rasa nyeri bisa muncul karena berbagai hal, seperti duduk terlalu lama, hingga gangguan saraf. Jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan ini bisa bertahan lebih lama dan memengaruhi kualitas hidup.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab, gejala, serta cara mengatasinya sejak dini. Yuk, kenali lebih jauh agar nyeri otot bokong tidak makin parah dan tubuh tetap nyaman beraktivitas: 

Penyebab Nyeri Otot Bokong

Tahukah kamu nyeri pada otot bokong paling sering dipicu oleh beberapa aktivitas sehari-hari, seperti kebiasaan duduk terlalu lama, terutama dengan posisi yang kurang ergonomis sehingga otot gluteus terus tertekan dan aliran darah menjadi tidak lancar.

Kondisi ini membuat otot kaku, tegang, lalu muncul rasa nyeri yang mengganggu saat duduk maupun berdiri.

Selain itu, saraf kejepit juga bisa menjadi penyebab nyeri otot bokong, karena nyeri dari punggung bawah dapat menjalar hingga ke bokong bahkan kaki.

Baca juga: Nyeri Ulu Hati Sering Muncul? Kenali Berbagai Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Selain itu, cdera otot gluteus karena olahraga berlebihan, kurang pemanasan, atau mengangkat beban dengan posisi salah juga dapat memicu pembengkakan dan spasme otot sehingga membuat otot bokong terasa nyeri

Postur tubuh yang buruk juga memperparah ketidakseimbangan otot dan membuat tekanan pada bokong semakin besar.

Lebih dari itu, faktor usia, masalah tulang belakang, hingga kondisi medis tertentu juga bisa berkontribusi terhadap munculnya nyeri otot bokong ini.

Gejala Nyeri Otot Bokong 

Adapun gejala nyeri otot bokong yang perlu kamu ketahui: 

  1. Nyeri tumpul atau rasa pegal di area bokong
  2. Otot terasa kaku, terutama setelah duduk terlalu lama
  3. Rasa nyeri berkurang setelah beristirahat atau mengubah posisi
  4. Kesemutan atau sensasi panas seperti terbakar
  5. Otot kaki terasa lemah atau tidak bertenaga
  6. Nyeri semakin terasa saat batuk, bersin, atau duduk lama

Cara Penanganan Awal Nyeri Otot Bongkong

Nah, berikut beberapa penangana awal juntuk nyeri otot di bokong: 

  1. Istirahatkan tubuh dan hindari dulu aktivitas yang memperparah nyeri agar otot bokong punya waktu untuk pulih.
  2. Kompres dingin area yang sakit selama 15-20 menit setiap 2-3 jam pada 48 jam pertama untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan.
  3. Gunakan perban elastis bila perlu untuk menopang otot dan membantu mengurangi pembengkakan.
  4. Saat berbaring, posisikan area yang nyeri sedikit lebih tinggi agar aliran darah lebih lancar dan tekanan berkurang.
  5. Lakukan peregangan ringan seperti menarik lutut ke dada lalu diarahkan ke sisi berlawanan untuk membantu merilekskan otot piriformis.
  6. Coba peregangan gluteus dengan duduk dan meletakkan pergelangan kaki di atas lutut, lalu condongkan tubuh perlahan ke depan.
  7. Regangkan hamstring dengan berbaring telentang dan mengangkat satu kaki lurus ke atas secara perlahan.
  8. Tambahkan gerakan lembut seperti Cat Cow atau Child’s Pose untuk membantu mengurangi ketegangan dan membuat otot lebih rileks.

Jika nyeri tidak membaik, makin menjalar, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Cara Pencegahan Nyeri Otot Bongkong

Agar kamu tidak mengalami nyeri otot bongkon, berikut beberapa cara: 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Spine-health.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nyeri Otot Bokong Jangan Diabaikan! Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!