Ilustrasi seseorang alami nyeri di seluruh tubuh akibat Fibromyalgia. (Freepik)
INDOZONE.ID - Fibromyalgia adalah kondisi kronis yang ditandai dengan nyeri menyeluruh di berbagai bagian tubuh. Rasa sakit ini, umumnya disertai kelelahan ekstrem, gangguan tidur, serta masalah konsentrasi dan suasana hati.
Meski tidak mengancam jiwa, fibromyalgia dapat sangat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Dikutip dari Mayo Clinic, para peneliti meyakini, fibromyalgia berkaitan dengan gangguan pada cara otak dan sumsum tulang belakang memproses sinyal nyeri, maupun rangsangan non-nyeri. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit.
Gejala utama fibromyalgia meliputi:
Baca juga: Waspada! Jenis Nyeri Tubuh Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Menderita Diabetes
Nyeri biasanya digambarkan sebagai rasa sakit tumpul yang menetap setidaknya selama tiga bulan. Nyeri disebut menyeluruh apabila terjadi di kedua sisi tubuh, serta di atas dan di bawah pinggang.
Penderita sering merasa tetap lelah meskipun telah tidur cukup lama. Rasa nyeri kerap mengganggu kualitas tidur. Banyak pasien juga mengalami gangguan tidur lain seperti, restless legs syndrome dan sleep apnea.
Gejala yang dikenal sebagai “fibro fog” membuat penderita sulit berkonsentrasi, mengingat, dan menyelesaikan tugas mental.
Selain itu, fibromyalgia sering muncul bersamaan dengan kondisi lain seperti:
Ilustrasi kelelahan (Pexels/Andrea Piacquadio)
Penyebab pasti fibromyalgia belum sepenuhnya dipahami. Namun, para ahli menduga, terjadi perubahan pada sistem saraf yang menyebabkan peningkatan kadar zat kimia tertentu di otak, yang berperan dalam sinyal nyeri.
Reseptor nyeri di otak diduga menjadi terlalu sensitif, dan bereaksi berlebihan terhadap rangsangan.
Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:
Nyeri kronis, kelelahan, dan gangguan tidur, dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun karier. Penderita juga kerap mengalami tekanan psikologis karena kondisi ini sering disalahpahami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic