Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 16:20 WIB

IJN Pertama di Asia Gunakan Sistem Affera Prism-2 untuk Tangani Gangguan Irama Jantung

IJN Pertama di Asia Gunakan Sistem Affera Prism-2 untuk Tangani Gangguan Irama JantungIJN jadi rumah sakit pertama di Asia yang menggunakan Affera Prism-2 untuk menangani gangguan irama jantung. (Ist)

INDOZONE.ID - Institut Jantung Negara (IJN) mencatat pencapaian baru dalam layanan kardiovaskular dengan mengadopsi Sistem Pemetaan & Ablasi Affera Prism-2 bersama Kateter Sphere-9. IJN menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis memanfaatkan platform elektrofisiologi terintegrasi generasi terbaru tersebut.

Sistem Affera Prism-2 menghadirkan perangkat lunak pemetaan jantung canggih yang terintegrasi dengan teknologi ablasi energi ganda dalam satu platform. 

Integrasi ini memungkinkan dokter menangani gangguan irama jantung kompleks dengan tingkat presisi dan fleksibilitas lebih tinggi, sekaligus meningkatkan efisiensi prosedur dan menjaga standar keamanan klinis.

Kateter Sphere-9™ dirancang menggabungkan fungsi pemetaan dan terapi dalam satu perangkat, sehingga mengurangi kebutuhan penggunaan berbagai alat selama tindakan. 

Sistem ini mampu menghantarkan dua jenis energi, yakni radiofrekuensi termal dan energi medan berdenyut (pulsed field) non-termal dalam satu platform yang sama.

Baca juga: Sering Mendengkur? Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea yang Diam-diam Merusak Jantung

Kemampuan tersebut memungkinkan penargetan jaringan jantung abnormal penyebab fibrilasi atrium (AFib) dengan dampak minimal pada jaringan sekitarnya. 

Dokter juga dapat menyesuaikan pilihan energi berdasarkan kondisi klinis dan anatomi masing-masing pasien, sehingga strategi terapi menjadi lebih presisi dan terpersonalisasi.

Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung paling umum secara global dan memengaruhi lebih dari 60 juta orang di dunia. 

Kondisi ini terjadi ketika atrium berdetak tidak teratur, sehingga mengurangi efektivitas pemompaan darah. Jika tidak ditangani, AFib dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, serta rawat inap berulang.

Ketua Pegawai Eksekutif IJN, Prof. Dato’ Sri Dr. Mohamed Ezani Md Taib, menyebut penggunaan sistem Affera™ Prism-2 menjadi tonggak penting bagi institusinya.

“Menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan sistem Affera™ Prism-2 merupakan tonggak pencapaian penting bagi IJN. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan terapi jantung terbaru bagi masyarakat Malaysia, selaras dengan standar global,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua Wajib Waspada, Ini 5 Gejala Penyakit Jantung pada Anak

Ia menambahkan, teknologi ini memungkinkan pasien dengan gangguan irama jantung kompleks memperoleh terapi lebih canggih di dalam negeri tanpa harus mencari perawatan ke luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

IJN Pertama di Asia Gunakan Sistem Affera Prism-2 untuk Tangani Gangguan Irama Jantung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!