Ilustrasi sperma (Pixabay/Thomas Breher)
INDOZONE.ID - Banyak orang mungkin belum mengetahui bahwa, proses pembentukan sperma pada pria tidak terjadi secara instan.
Dibutuhkan waktu lebih dari dua bulan hingga sel sperma benar-benar matang, dan siap untuk dikeluarkan saat ejakulasi.
Dalam dunia medis, proses biologis ini dikenal sebagai spermatogenesis.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian spermatogenesis, tahapan pembentukan sperma, faktor yang memengaruhinya, hingga beberapa gangguan yang dapat terjadi pada proses tersebut.
Baca juga: 10 Makanan Penyubur Sperma untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan
Ilustrasi spermatogenesis. (Healthshots)
Spermatogenesis adalah proses biologis yang menghasilkan sel sperma di dalam testis, tepatnya pada struktur kecil yang disebut tubulus seminiferus.
Istilah ini berasal dari dua kata, yaitu spermato yang berarti benih atau sperma, dan genesis yang berarti proses pembentukan.
Pada awal prosesnya, sel sperma masih berada dalam bentuk sel induk yang belum matang.
Sel-sel ini mendapatkan dukungan nutrisi dari sel Sertoli, yaitu sel khusus yang berada di dinding tubulus seminiferus. Sel Sertoli berperan penting dalam membantu perkembangan dan pematangan sperma.
Ketika proses pematangan telah selesai, sel sperma yang matang kemudian akan berpindah menuju epididimis.
Epididimis merupakan saluran yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara, sebelum sperma dikeluarkan bersama cairan semen saat ejakulasi.
Menariknya, tubuh pria mampu memproduksi jutaan sel sperma setiap hari. Namun, tidak semua sel tersebut berhasil berkembang dengan sempurna hingga tahap akhir.
Pembentukan sperma tidak terjadi dalam satu tahap saja. Ada beberapa fase penting yang harus dilalui hingga akhirnya terbentuk sel sperma yang matang dan siap membuahi sel telur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com