Minuman sparkling water (Pixabay/Manfred Richter)
INDOZONE.ID - Air berkarbonasi atau sparkling water, kini semakin populer sebagai alternatif minuman manis. Sensasi segar tanpa tambahan gula dan kalori, membuat minuman ini banyak dipilih.
Terlebih, minuman ini dinilai dapat menjaga hidrasi hingga membantu pengelolaan berat badan. Namun, muncul pertanyaan, apakah air berkarbonasi benar-benar sehat?
Memahami dampaknya terhadap tubuh menjadi penting. Mulai dari efek pada pencernaan, gigi, hingga kesehatan tulang. Berikut penjelasan lengkap berdasarkan berbagai temuan ilmiah.
Dikutip dari Medical Daily, air berkarbonasi adalah air yang diberi tambahan gas karbon dioksida, sehingga menghasilkan gelembung.
Proses ini membentuk asam karbonat yang memberikan rasa sedikit asam tanpa menambah kalori.
Baca juga: Minuman Sparkling Water Bisa Membahayakan Gigi dan Tulang
Jenisnya beragam, seperti:
Secara fungsi, air berkarbonasi dan air putih biasa sama-sama mampu menghidrasi tubuh dengan baik. Perbedaannya lebih pada sensasi rasa dan efek kenyang yang ditimbulkan.
Ilustrasi sparkling water atau air berkarbonasi. (Freepik)
Banyak yang meragukan kemampuan hidrasi air berkarbonasi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa efeknya setara dengan air biasa.
Tubuh tetap menyerap air, sementara gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui pernapasan.
Dalam hal pencernaan, air berkarbonasi bahkan dapat memberikan manfaat tambahan.
Menurut National Library of Medicine, air berkarbonasi dapat membantu meningkatkan kemampuan menelan dan meredakan sembelit, terutama pada lansia.
Selain itu, sensasi penuh setelah minum juga dapat membantu mengontrol nafsu makan, sehingga mendukung manajemen berat badan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily