Ilustrasi KB Suntik 1 Bulan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Keluarga berencana (KB) suntik 1 bulan jadi salah satu pilihan kontrasepsi yang cukup praktis dan banyak dipakai.
Selain efektif, metode ini juga nggak ribet karena cukup dilakukan rutin setiap bulan. Tapi, seperti metode hormonal lainnya, tetap ada efek samping yang mungkin muncul.
Efek samping KB suntik 1 bulan bisa berbeda pada tiap wanita. Namun, umumnya tidak sampai mengganggu kesehatan dan tidak mengurangi efektivitasnya dalam mencegah kehamilan.
Baca juga: Panduan Asupan Nutrisi yang Dibutuhkan Tubuh Berdasarkan Usia
KB suntik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu KB suntik 1 bulan dan 3 bulan. KB suntik 1 bulan diberikan setiap 28 hari dan mengandung hormon estrogen serta progestin.
Cara kerjanya dengan mencegah ovulasi, mengentalkan lendir di leher rahim, dan menipiskan lapisan rahim. Penyuntikannya biasanya dilakukan di area bokong, paha, atau lengan atas.
Berikut beberapa efek samping yang cukup umum terjadi.
1. Perdarahan Tidak Teratur
Munculnya bercak darah di luar jadwal haid jadi salah satu efek yang paling sering dialami.
Bahkan, beberapa wanita juga bisa mengalami perdarahan yang lebih banyak dari biasanya.
Meski begitu, kondisi ini biasanya akan membaik seiring waktu setelah tubuh mulai beradaptasi dengan hormon.
Baca juga: Serat Bukan Cuma Baik untuk Pencernaan, tapi Juga Lindungi Otak dari Penurunan Kognitif
2. Kenaikan Berat Badan
Sebagian orang mengalami kenaikan berat badan setelah menggunakan KB suntik. Hal ini diduga karena adanya perubahan hormon yang bisa memengaruhi nafsu makan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter