Ilustrasi sperma disebut sebagai antidepresan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Media sosial tengah diramaikan dengan istilah "sperma=antidepresan". Banyak netizen yang mengaitkan bahwa sperma mampu meningkatkan suasana hati atau mengurangi depresi, khususnya bagi perempuan.
Klaim ini pertama kali muncul dari penelitian lama yang menemukan hubungan tertentu antara sperma dengan antidepresan.
Sebuah studi dari Suny Albany menyebutkan bahwa senyawa dalam cairan sperma mungkin memiliki efek meningkatkan suasana hati ketika diserap oleh tubuh.
Baca juga: Data: Gejala Depresi dan Kecemasan Lebih Banyak Dialami Anak dan Remaja
Peneliti menemukan bahwa wanita yang melaporkan paparan lebih besar memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.
Mereka berteori bahwa cairan sperma mengandung hormon seperti oksitosin, serotonin, kortisol, dan melatonin yang semuanya dapat mempengaruhi suasana hati dan tingkat stres.
Meskipun begitu, kesimpulan ini sebenarnya terlalu disederhanakan. Para ahli menegaskan bahwa penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa semen dapat mengobati depresi.
Studi tersebut hanya menunjukkan hubungan atau korelasi, bukan hubungan sebab-akibat. Artinya, hasil penelitian tidak bisa memastikan bahwa paparan semen secara langsung membuat seseorang terhindar dari depresi.
Selain itu, banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, seperti kualitas hubungan dengan pasangan, kondisi emosional, dukungan sosial, gaya hidup dan kesehatan mental secara keseluruhan.
Oleh karena itu, klaim bahwa "sperma adalah antidepresan" dianggap terlalu berlebihan oleh banyak pakar kesehatan.
Baca juga: Depresi Bisa Terlihat ‘Normal’, Ini 8 Tanda yang Jarang Orang Sadari
Depresi merupakan kondisi kesehatan mental yang kompleks. Penanganannya biasanya melibatkan berbagai pendekatan, seperti terapi psikologis, dukungan sosial, perubahan gaya hidup, hingga penggunaan obat antidepresan yang diresepkan dokter.
Obat antidepresan bekerja dengan mengatur keseimbangan zat kimia di otak, seperti serotonin, dopamin, atau norepinefrin, yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.
Karena itu, klaim viral yang menyebutkan sperma sebagai antidepresan sebaiknya dipahami sebagai interpretasi yang disederhanakan dari penelitian ilmiah, bukan fakta medis yang terbukti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/versevoxid