Ilustrasi Green coffee yang bisa turunkan berat badan. (Magnific)
INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah tergoda sama janji “minum ini, lemak langsung luntur”, kemungkinan besar kamu sudah familiar dengan green coffee. Suplemen satu ini sempat jadi primadona di dunia diet, bahkan pernah dianggap solusi instan buat turun berat badan tanpa ribet.
Hypenya makin meledak sejak dipopulerkan oleh dokter selebriti asal Amerika, Dr. Mehmet Oz. Sejak saat itu, green coffee langsung naik kelas jadi “produk wajib” buat yang pengen kurus cepat.
Tapi, apakah benar seajaib itu?
Green coffee sebenarnya cuma biji kopi mentah yang belum dipanggang. Kandungan alaminya, seperti asam klorogenat, sering diklaim bisa membantu membakar lemak dan menekan penyerapan gula.
Beberapa penelitian pada hewan bahkan menunjukkan hasil yang cukup “wow” berat badan turun, lemak tubuh berkurang. Tapi masalahnya, tubuh manusia nggak selalu bereaksi sama seperti hewan laboratorium.
Dan di sinilah realitanya mulai “bergeser”.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Minum Kopi Bisa Bikin Tubuh Dehidrasi? Ini Jawabannya!
Sejumlah studi pada manusia memang sempat menunjukkan penurunan berat badan. Tapi, jangan buru-buru senang dulu!
Kalau ditelusuri lebih dalam, banyak penelitian tersebut punya kelemahan:
Artinya? Hasilnya belum bisa dijadikan bukti kuat.
Banyak ahli kesehatan akhirnya sepakat: klaim green coffee sebagai suplemen penurun berat badan masih jauh dari kata “terbukti”.
Ilustrasi Green coffee (Magnific)
Jawabannya simpel: kita suka yang instan.
Janji “kurus tanpa usaha” selalu terdengar lebih menarik dibanding realita yang butuh konsistensi, seperti jaga makan dan olahraga. Ditambah lagi, branding dan marketing produk sering kali lebih meyakinkan daripada data ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com