Ilustrasi Kopi (Freepik/ tirachardz)
INDOZONE.ID - Green coffee pernah disebut-sebut sebagai “jalan pintas” menuju tubuh ideal. Labelnya pun meyakinkan: natural, belum diproses, katanya lebih sehat dari kopi biasa.
Tapi, tunggu dulu. Emang benar seaman itu?
Banyak yang mengira green coffee itu beda jauh dari kopi hitam. Padahal, faktanya keduanya sama-sama mengandung kafein, zat yang bisa jadi “teman” atau justru “musuh”, tergantung cara kamu mengonsumsinya.
Dalam satu cangkir green coffee, kandungan kafeinnya bisa sekitar 100 mg. Bahkan, karena belum melalui proses roasting, kadarnya bisa sedikit lebih tinggi dibanding kopi biasa (meski selisihnya tipis).
Masalahnya, banyak orang minum ini tanpa sadar sudah melewati batas aman.
Baca juga: Dampak Jika Skip Sarapan dan Hanya Minum Kopi Bagi Kesehatan
Awalnya mungkin cuma terasa lebih segar dan fokus. Tapi kalau kebanyakan? Siap-siap dengan efek yang bikin nggak nyaman, misalnya:
Yang bikin tricky, efek ini sering datang pelan-pelan. Jadi, banyak orang nggak sadar kalau penyebabnya dari konsumsi kafein berlebih.
Buat yang nggak suka rasa pahitnya, green coffee juga banyak dijual dalam bentuk kapsul. Kandungan kafeinnya memang lebih rendah, sekitar 20–50 mg per kapsul.
Tapi jangan langsung merasa aman. Kalau dikonsumsi berkali-kali dalam sehari atau tanpa kontrol, efeknya tetap bisa menumpuk.
Ilustrasi kesehatan tulang (sumber: Freepik)
Ini yang jarang dibahas. Beberapa penelitian awal pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak green coffee dalam jangka waktu tertentu bisa mengurangi kadar kalsium dalam tulang.
Artinya? Kalau dikonsumsi terus-menerus tanpa pengawasan, ada potensi berdampak pada kekuatan tulang.
Memang, penelitian pada manusia masih terbatas. Tapi tetap jadi alarm penting, apalagi buat kamu yang rutin konsumsi suplemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com