Ilustrasi lansia tidur siang berlebihan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kebiasaan tidur siang cukup, umum dilakukan anak-anak hingga orang dewasa. Terlebih, pada mereka usia paruh baya hingga lanjut usia (lansia).
Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan, durasi dan frekuensi tidur siang yang meningkat pada lansia, dapat menjadi sinyal awal adanya masalah kesehatan serius.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Network Open menunjukkan, perubahan pola tidur siang seiring bertambahnya usia, bisa berkaitan dengan peningkatan risiko kematian.
Dikutip dari Medical News Today, berbagai penelitian sebelumnya menampilkan, sekitar setengah orang dewasa di Amerika Serikat, melaporkan rutin tidur siang.
Kebiasaan ini bahkan lebih sering ditemukan pada lansia dibanding kelompok usia lainnya.
Baca juga: Tidur Siang: Bermanfaat atau Bikin Susah Tidur Malam?
Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur setiap malam, untuk menjaga kesehatan optimal.
Namun, faktor seperti perubahan ritme sirkadian, kondisi kesehatan, penggunaan obat, hingga gaya hidup dapat mengganggu kualitas tidur malam. Hal ini membuat lansia lebih sering mengandalkan tidur siang.
Dalam studi ini, peneliti dari Mass General Brigham dan Rush University Medical Center mengikuti 1.338 partisipan selama kurang lebih 19 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa:
Temuan penting lainnya:
Ilustrasi lansia yang sering tidur siang berlebihan bisa picu masalah kesehatan. (Freepik)
Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa, tidur siang secara langsung menyebabkan kematian. Namun, pola tersebut dinilai sebagai indikator kuat adanya penurunan kesehatan.
Peneliti menduga, peningkatan tidur siang mencerminkan perubahan biologis dalam tubuh, seperti gangguan ritme sirkadian, atau tahap awal penyakit kronis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today