Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 JUNI 2026 • 09:09 WIB

Libur Sekolah Bisa Picu Risiko Kesehatan Anak, Orang Tua Perlu Dorong Aktivitas Fisik yang Aman

Libur Sekolah Bisa Picu Risiko Kesehatan Anak, Orang Tua Perlu Dorong Aktivitas Fisik yang AmanOrang tua perlu dorong aktivitas fisik anak yang aman selama libur sekolah. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Libur sekolah sering membuat pola hidup anak berubah drastis. Aktivitas fisik berkurang, waktu bermain gadget meningkat, dan jam tidur menjadi tidak teratur.

Kondisi ini dapat berdampak langsung pada kesehatan anak, mulai dari menurunnya kebugaran tubuh hingga meningkatnya risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan ringan akibat terlalu lama berada di dalam ruangan. 

Fenomena ini dikenal sebagai Structured Days Hypothesis, yaitu kondisi ketika anak kehilangan rutinitas harian sehingga cenderung lebih pasif selama masa liburan.

Sejumlah studi bahkan menunjukkan bahwa selama libur panjang, screen time anak meningkat hingga dua setengah jam per hari, sementara aktivitas fisik dan kualitas tidur mereka justru menurun. 

Baca juga: Pilihan Makanan untuk Bantu Redakan Sakit Perut Anak, Apa Saja?

Padahal, WHO merekomendasikan anak usia sekolah tetap aktif bergerak minimal 60 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Di sisi lain, banyak orang tua masih dihantui kekhawatiran ketika anak terlalu aktif bermain di luar rumah, terutama saat cuaca panas dan tidak menentu. 

Kekhawatiran tersebut mulai dari anak kelelahan, daya tahan tubuh menurun, hingga jatuh sakit setelah bermain seharian.

"Kami sangat mengerti dilema yang dihadapi para ibu saat liburan sekolah tiba. Para ibu sadar betul anaknya butuh jeda dari gadget dan ingin mereka aktif bereksplorasi di luar ruangan. Namun pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa anak akan drop atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu kerap kali menghantui. Kegelisahan keseharian inilah yang mendorong Cap Kaki Tiga Anak hadir untuk memberikan ketenangan penuh bagi para ibu, sehingga anak-anak bisa bebas bereksplorasi tanpa rasa khawatir," ujar Jesica Christianty, Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak.

Libur Sekolah Bisa Picu Risiko Kesehatan Anak, Orang Tua Perlu Dorong Aktivitas Fisik yang AmanPsikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, menilai anak justru membutuhkan aktivitas fisik dan eksplorasi selama masa libur sekolah. (Dok. Istimewa)

Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, menilai anak justru membutuhkan aktivitas fisik dan eksplorasi selama masa liburan untuk mendukung perkembangan mental dan emosional mereka. 

Menurutnya, terlalu banyak pembatasan dapat berdampak pada rasa percaya diri anak.

"Yang paling dibutuhkan anak di masa libur sekolah adalah ruang untuk bergerak bebas lewat Adventurous Play. Ini adalah jenis permainan yang sedikit menantang dan seru, seperti berlari bebas atau memanjat, namun tetap dalam kendali," papar Saskhya.

Aktivitas fisik seperti berlari, memanjat, dan bermain di luar ruangan disebut mampu membantu anak belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, sekaligus meningkatkan ketahanan mental. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Libur Sekolah Bisa Picu Risiko Kesehatan Anak, Orang Tua Perlu Dorong Aktivitas Fisik yang Aman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!