INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap dirinya sehat, karena tidak merasakan keluhan apa pun.
Namun, ketika berbicara tentang infeksi menular seksual (IMS), tidak adanya gejala bukan berarti tubuh benar-benar terbebas dari masalah.
Faktanya, sejumlah IMS dapat berkembang secara diam-diam tanpa tanda yang jelas. Sehingga, sering kali baru terdeteksi setelah menimbulkan komplikasi atau saat kondisinya sudah lebih serius.
Kondisi ini membuat pemeriksaan dini menjadi langkah yang sangat penting.
Semakin cepat infeksi diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, sekaligus mencegah penyebarannya kepada pasangan.
Infeksi menular seksual merupakan kelompok infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual, baik melalui hubungan vaginal, anal, maupun oral. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit.
Baca juga: 10 Mitos dan Fakta Klamidia, Penyakit Menular Seksual yang Jarang Diketahui
Beberapa jenis IMS yang paling sering ditemukan antara lain klamidia, gonore atau yang dikenal masyarakat sebagai kencing nanah, trikomoniasis, herpes genital, infeksi HPV (Human Papillomavirus), sifilis, serta HIV/AIDS.
Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, tapi satu kesamaan yang sering ditemukan adalah, kemampuan sebagian infeksi tersebut berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal.
Inilah alasan mengapa seseorang dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, tanpa menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan IMS adalah, sifatnya yang sering tersembunyi. Pada beberapa kasus, infeksi dapat terus berkembang meski penderitanya merasa sehat.
Sifilis menjadi salah satu contoh yang dapat menyebar, dan menimbulkan komplikasi tanpa gejala yang jelas pada fase awal.
Ilustrasi Pemeriksaan HIV/AIDS di Puskesmas. (Eliani Kusnedi)
Ketika infeksi tidak segera terdeteksi dan ditangani, dampaknya bisa jauh lebih serius daripada yang dibayangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Emc.id