Ilustrasi anak-anak alami burnout. (Freepik)
INDOZONE.ID - Selama ini, Burnout umumnya sering dialami orang dewasa akibat kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tekanan berkepanjangan.
Namun rupanya, kondisi tersebut ternyata tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak pun kini mulai merasakan hal serupa, terutama akibat tekanan akademik.
Dikutip dari Hindustan Times, Burnout merupakan kondisi kelelahan mendalam, yang disertai perasaan jenuh dan kehilangan motivasi.
Kondisi ini muncul, ketika tekanan yang dialami seseorang melebihi kemampuan mereka, untuk mengatasinya dalam jangka waktu lama.
Beban aktivitas anak kerap dianggap lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, rutinitas belajar, tuntutan nilai tinggi, serta persaingan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi favorit, bisa menjadi sumber stres yang sering terjadi.
Baca juga: Penyebab Anak Sering Jalan Jinjit dan Cara Tepat Mengatasinya
Lingkungan pendidikan kerap kali mendorong anak untuk terus berprestasi, tanpa memperhatikan keseimbangan emosional mereka.
Jika tekanan ini tidak dikelola secara baik, dampaknya bisa serius terhadap kesehatan mental anak.
Global Head Mental Wellbeing di Roundglass Living, Prakriti Poddar, menjelaskan, tekanan akademik yang terus-menerus, dapat mendorong anak ke titik kelelahan emosional.
Ketika prestasi menjadi satu-satunya fokus, anak berisiko kehilangan keseimbangan hidup, dan kesulitan mengelola stres secara sehat.
“Burnout akademik telah menjadi semacam epidemi tersembunyi. Gejalanya bisa berbeda pada setiap anak. Mulai dari perfeksionisme berlebihan hingga kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai,” ujar Poddar.
Ilustrasi tekanan akademik bikin anak mengalami burnout. (Freepik)
Burnout pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk. Sebagian anak mungkin terlihat sangat perfeksionis, namun sebenarnya menyimpan kecemasan.
Sementara yang lain, justru menarik diri dan kehilangan semangat dalam aktivitas sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times