Ilustrasi sink cuci piring yang ternyata lebih kotor dari toilet. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap, toilet sebagai area paling kotor di rumah. Namun, berbagai penelitian justru menunjukkan, bak atau sink cuci piring di dapur, dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang jauh lebih banyak dan berbahaya.
Meski toilet biasanya rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan, sink cuci piring sering kali luput dari perhatian.
Padahal, area ini terus-menerus terkena sisa makanan, air, minyak, dan berbagai kontaminan lain yang menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko munculnya mikroorganisme berbahaya seperti E. coli hingga terbentuknya biofilm, lapisan lendir berisi koloni bakteri yang sulit dibersihkan.
Baca juga: Cuma Pakai Bahan Dapur! Ini Tips Bersihkan Botol Minum dari Kuman dan Bau Tak Sedap
Dikutip dari Medical Daily, sink cuci piring menyediakan tiga kondisi utama yang sangat disukai bakteri, yaitu kelembapan, suhu hangat, dan sisa bahan organik.
Setiap kali piring dicuci atau makanan dibersihkan, partikel kecil sisa makanan dapat tertinggal di sela-sela sink, saluran pembuangan, hingga spons pencuci piring.
Sisa makanan tersebut menjadi sumber nutrisi bagi bakteri untuk berkembang biak.
Lama-kelamaan, penumpukan ini memicu terbentuknya biofilm, lapisan licin yang melekat pada permukaan sink dan saluran air. Biofilm berfungsi seperti pelindung bagi bakteri sehingga lebih sulit dihilangkan hanya dengan air biasa.
Jika tidak dibersihkan dengan benar, bakteri dapat berkembang dengan cepat dan menyebar ke area dapur lainnya.
Ilustrasi sink cuci piring jadi sumber bakteri yang paling banyak. (Freepik)
Beberapa jenis bakteri berbahaya yang umum ditemukan di sink cuci piring, berkaitan erat dengan penyakit akibat makanan, antara lain:
Bakteri tersebut dapat dengan mudah berpindah dari sink ke tangan, peralatan makan, hingga permukaan dapur lainnya melalui kontaminasi silang.
Sebagai contoh, mencuci ayam mentah di sink tanpa membersihkannya kembali, dapat menyebarkan bakteri ke area sekitar, meski tampak bersih secara kasat mata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily