Ilustrasi orang yang kritis akibat sepsis. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sepsis merupakan salah satu kondisi medis serius, yang dapat berkembang dengan cepat dari infeksi yang awalnya tampak ringan.
Banyak orang menganggap, infeksi biasa akan sembuh dengan sendirinya. Padahal dalam beberapa kasus, respons tubuh terhadap infeksi dapat menjadi tidak terkendali, dan justru merusak organ-organ tubuh sendiri.
Karena perkembangannya sangat cepat, mengenali tanda-tanda sepsis, dan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin, dapat menjadi penentu antara kesembuhan dan komplikasi serius, bahkan kematian.
Dikutip dari Medical Daily, sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi. Dalam kondisi normal, sistem imun bekerja untuk melawan bakteri, virus, atau jamur penyebab penyakit.
Namun pada sepsis, respons imun menjadi berlebihan sehingga memicu peradangan luas di seluruh tubuh.
Baca juga: Berikut Ini Gejala Sepsis yang Perlu Untuk Diketahui
Peradangan tersebut dapat mengganggu aliran darah, merusak jaringan, dan menyebabkan organ-organ vital tidak berfungsi dengan baik.
Dengan kata lain, sepsis bukan sekadar infeksi, melainkan reaksi tubuh yang berlebihan terhadap infeksi tersebut.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi syok septik yang mengancam nyawa.
Ilustrasi seseorang jalani perawatan intensif akibat sepsis. (Freepik)
Sepsis selalu diawali oleh infeksi, tetapi tidak semua infeksi berkembang menjadi sepsis. Kondisi ini paling sering berasal dari infeksi pada:
Berbagai jenis infeksi dapat memicu sepsis, di antaranya:
Kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami sepsis meliputi lansia, bayi, penderita penyakit kronis, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Meski demikian, orang sehat pun tetap dapat mengalami sepsis, jika infeksi tidak segera diobati atau memburuk dengan cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily