Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 MEI 2026 • 18:00 WIB

Survei: 7,4% Anak Indonesia Perokok, Pengguna Vape Naik 10 Kali Lipat

Survei: 7,4% Anak Indonesia Perokok, Pengguna Vape Naik 10 Kali LipatIlustrasi berhenti merokok. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pada pelaksanaan Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2026 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya pada 21-22 Mei 2026, sorotan tajam tertuju pada tingginya konsumsi produk tembakau dan nikotin di kelompok anak serta remaja Indonesia.

Perwakilan Research Group Tobacco Control (RGTC) FKM Unair, Alifia Hera, mengungkapkan tren konsumsi tersebut sudah masuk pada level mengkhawatirkan akibat masifnya produk alternatif di ruang digital.

Baca juga: Vape vs Rokok, Mana yang Lebih Bahaya? Ini Faktanya

“Pergeseran tren konsumsi ini diperkuat oleh persepsi keliru bahwa produk alternatif seperti vape lebih aman. Padahal tetap berisiko terhadap kesehatan dan adiksi,” kata Alif dalam siaran pers yang diterima Indozone, Kamis (21/5/2026).

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak kini menjadi target empuk industri tembakau dan nikotin:

  • 7,4 Persen Perokok Anak: Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, persentase anak yang merokok telah mencapai angka tersebut.
  • Vape Naik 10 Kali Lipat: Data Global Adult Tobacco Survey menunjukkan lonjakan pengguna rokok elektrik hingga 10 kali lipat dalam satu dekade (2011-2021).
  • Ancaman Global (Data WHO): Sebanyak 15 juta remaja usia 13–15 tahun di dunia sudah menggunakan rokok elektrik, di mana rata-rata remaja 9 kali lebih rentan memakai vape dibanding orang dewasa.

Iklan Digital dan Rokok Eceran Jadi Pemicu utama

Menurut Alif, situasi ini diperparah oleh paparan iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau yang sangat tinggi di media sosial. Penelitian tahun 2022 menunjukkan 51% anak usia 13-15 tahun telah terpapar promosi rokok di media digital.

Baca juga: Anak Muda Wajib Tahu: Vape Dianggap “Lebih Aman”, Tapi Justru Risiko Penyakit Serius Ini Terbongkar!

“Harga rokok yang relatif murah serta praktik penjualan eceran juga mempermudah akses anak dan remaja,” tutur Alif.

Bahaya Emisi Beracun Vape dan HTP

WHO menegaskan bahwa industri tembakau sengaja merancang produknya untuk menjebak kaum muda dalam siklus kecanduan.

Saat ini, pasar Indonesia telah dibanjiri oleh produk tembakau yang dipanaskan (Heated Tobacco Products/HTP) serta rokok elektrik (vape/ENDS).

Padahal, produk-produk ini memapari penggunanya dengan emisi beracun yang memicu kanker, penyakit kardiovaskular, hingga gangguan pernapasan, yang tingkat bahayanya sama mematikannya dengan rokok biasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Survei: 7,4% Anak Indonesia Perokok, Pengguna Vape Naik 10 Kali Lipat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!