Anak Down syndrome. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pemeriksaan kehamilan rutin bukan hanya untuk mengecek kondisi ibu dan janin, tapi juga penting untuk mendeteksi kemungkinan kelainan kromosom, salah satunya Down syndrome.
Down syndrome atau trisomi 21 adalah kondisi genetik yang terjadi karena adanya tambahan kromosom ke-21. Hal ini bisa memengaruhi kemampuan belajar anak serta menimbulkan ciri fisik tertentu.
Kabar baiknya, beberapa tanda hamil bayi Down syndrome sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak dalam kandungan, terutama melalui tes darah dan USG.
Baca juga: Cacar Air Boleh Kena Kipas Angin? Ini Jawaban dan Cara Pakainya yang Aman
Berikut beberapa tanda yang perlu diketahui sejak dini.
Salah satu skrining awal yang bisa dilakukan adalah tes darah di trimester pertama, biasanya pada usia kehamilan 10–13 minggu.
Pada kondisi tertentu, ibu yang mengandung bayi dengan Down syndrome cenderung memiliki kadar hormon hCG yang lebih tinggi dari normal. Sementara itu, kadar protein PAPP-A justru lebih rendah.
Hasil ini bukan diagnosis pasti, tapi bisa jadi indikator awal yang perlu ditindaklanjuti.
Baca juga: Viral Minum Olive Oil Plus Lemon Shot Setiap Pagi Bikin Kulit Glowing dan Lancar BAB, Benarkah?
Saat pemeriksaan USG, dokter akan mengukur ketebalan cairan di belakang leher janin yang disebut nuchal translucency (NT).
Jika ketebalannya lebih tinggi dari normal, ini bisa jadi salah satu tanda risiko Down syndrome.
Meski begitu, kondisi ini juga bisa ditemukan pada janin yang sehat, jadi tetap perlu pemeriksaan lanjutan untuk memastikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hello Sehat