Janin Cegukan Lebih dari 4 Kali Sehari, Normalkah? Ini Penjelasannya (Freepik)
INDOZONE.ID - Merasakan gerakan janin di dalam kandungan menjadi momen yang membahagiakan bagi ibu hamil. Selain tendangan, terkadang muncul hentakan kecil yang berulang dengan irama teratur selama beberapa menit.
Cegukan janin sering membuat ibu hamil bertanya apakah kondisi ini masih normal, terutama jika terjadi lebih dari 4 kali sehari. Padahal, cegukan umumnya merupakan bagian dari proses perkembangan bayi di dalam kandungan.
Lalu, bagaimana jika janin cegukan lebih dari 4 kali sehari? Apakah kondisi tersebut masih tergolong normal atau justru perlu diwaspadai? Simak penjelasannya berikut ini.
Janin cegukan adalah gerakan kecil yang terjadi berulang karena otot pernapasan bayi sedang berlatih bekerja di dalam kandungan. Meski belum bernapas dengan udara, bayi sudah mulai berlatih menggunakan cairan ketuban sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.
Saat janin cegukan, ibu biasanya akan merasakan hentakan kecil yang muncul dengan irama teratur di satu bagian perut selama beberapa menit. Kondisi ini umumnya normal dan menjadi tanda bahwa paru-paru serta sistem saraf bayi sedang berkembang dengan baik.
Baca juga: Efek Positif Susu Ibu Hamil bagi Perkembangan Otak dan Fisik Janin
Pada sebagian besar kasus, janin cegukan lebih dari 4 kali sehari masih normal dan tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan bagian dari perkembangan janin.
Frekuensi cegukan tiap janin berbeda. Ada yang jarang, ada juga yang sering hingga beberapa kali sehari, biasanya berlangsung 5–15 menit dengan pola hentakan teratur.
Secara medis, cegukan yang cukup sering justru bisa menjadi tanda positif. Kondisi ini sering dikaitkan dengan beberapa hal berikut:
Meskipun belum bernapas seperti setelah lahir, janin sudah mulai melatih gerakan bernapas dengan menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban. Latihan ini membantu perkembangan paru-paru dan bisa memicu cegukan.
Di dalam rahim, janin sering menelan cairan ketuban. Hal ini merupakan proses yang normal dan penting untuk melatih sistem pencernaan. Saat menelan cairan ketuban, diafragma bisa berkontraksi sehingga timbul cegukan.
Cegukan bisa menjadi tanda bahwa sistem saraf pusat janin sudah berkembang dengan baik. Artinya, otak janin sudah mampu mengirimkan sinyal ke otot diafragma dengan benar, sehingga muncul gerakan cegukan.
Janin yang aktif biasanya juga lebih sering melakukan berbagai latihan gerakan, termasuk latihan pernapasan. Karena itu, cegukan bisa lebih sering terasa oleh ibu hamil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic