INDOZONE.ID - Zaman sekarang, penyakit yang dulu identik dengan orang tua mulai menyerang generasi muda. Salah satunya? Kolesterol tinggi. Bukan cuma soal makanan, gaya hidup yang nggak sehat diam-diam jadi pemicu utama. Yuk, kenali penyebabnya dan gimana cara mencegahnya sebelum terlambat!
Apa Itu Kolesterol dan Kenapa Harus Peduli?
Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi oleh hati dan juga didapat dari makanan. Tubuh kita butuh kolesterol untuk membentuk sel dan hormon, tapi kalau kadarnya berlebihan, siap-siap saja kena masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke.
Ada dua jenis kolesterol:
-
LDL (Low-Density Lipoprotein): sering disebut "kolesterol jahat" karena bisa menumpuk di pembuluh darah.
-
HDL (High-Density Lipoprotein): si "kolesterol baik" yang membantu membersihkan LDL dari darah.
Kok Bisa Kolesterol Tinggi di Usia Muda?
1. Pola Makan Tidak Sehat
Salah satu penyebab utama kolesterol tinggi di usia muda adalah pola makan yang buruk. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, makanan cepat saji, produk olahan, dan makanan goreng, dapat meningkatkan kadar LDL. Lemak trans yang ditemukan dalam makanan olahan seperti kue-kue, biskuit, dan makanan kemasan juga berperan dalam meningkatkan kadar kolesterol jahat.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup yang tidak aktif juga menjadi faktor risiko kolesterol tinggi. Aktivitas fisik yang teratur membantu meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), yang membantu membersihkan kolesterol jahat dari darah. Orang yang tidak cukup berolahraga cenderung memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, bahkan di usia muda.
3. Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Merokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga dapat menurunkan kadar HDL dan meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri. Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, lemak lain yang ditemukan dalam darah yang terkait dengan penyakit jantung.
4. Faktor Genetik
Beberapa orang memiliki kecenderungan genetik untuk memiliki kadar kolesterol tinggi, yang dikenal sebagai "hiperkolesterolemia familial". Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol sejak usia muda, bahkan dengan pola makan yang sehat. Jika ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, kemungkinan seseorang akan mengalaminya juga, bahkan di usia muda.
5. Kondisi Medis Tertentu
Kondisi medis tertentu seperti diabetes dan hipotiroidisme juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Diabetes dapat menurunkan kadar HDL dan meningkatkan kadar LDL, sementara hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) juga dapat memengaruhi metabolisme kolesterol dalam tubuh.
6. Stres dan Kurang Tidur
Stres kronis dan kurang tidur sering diabaikan, tetapi dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan perubahan hormon yang meningkatkan kadar kolesterol LDL. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu metabolisme lemak dalam tubuh, yang berdampak pada peningkatan kadar kolesterol.
Baca juga: Cara Meracik Rebusan Daun Kersen yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Kolesterol
Cara Simpel Biar Kolesterol Nggak Numpuk di Darah
1. Mengadopsi Pola Makan Sehat
Salah satu langkah pertama dalam mengurangi kolesterol adalah mengubah pola makan. Kurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans, serta perbanyak konsumsi serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Konsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, seperti ikan salmon, juga dapat membantu meningkatkan kadar HDL.
2. Olahraga Teratur
Aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki, berlari, atau bersepeda, dapat membantu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Olahraga setidaknya 30 menit per hari, lima kali seminggu, sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.
3. Berhenti Merokok dan Batasi Konsumsi Alkohol
Menghentikan kebiasaan merokok dapat meningkatkan kadar HDL dalam tubuh, sementara membatasi konsumsi alkohol dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
4. Kelola Stres dan Tidur yang Cukup
Mengelola stres melalui meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya dapat membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi. Pastikan juga untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam, karena tidur yang baik dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme lemak dalam tubuh.
5. Konsultasi dengan Dokter
Jika ada riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau faktor risiko lainnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala. Dokter dapat memberikan saran mengenai pengelolaan kolesterol, termasuk penggunaan obat jika diperlukan.
Baca juga: Cara Konsumsi Timun yang Tepat Agar Dapat Memaksimalkan Turunkan Kadar Kolesterol
Kolesterol tinggi bukan cuma urusan orang tua. Generasi muda pun rentan kalau terus hidup asal-asalan. Gaya hidup sehat itu bukan tren sesaat, itu investasi jangka panjang buat masa depan kamu.
Jadi, sebelum tubuh kasih sinyal bahaya, yuk mulai jaga pola makan, rutin olahraga, dan jangan anggap remeh kesehatanmu. Kamu pantas punya masa depan yang bebas dari penyakit kronis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayoclinic.org