Minggu, 06 JULI 2025 • 11:35 WIB

Mendalami Hipermetropi: Kondisi Saat Melihat Dekat Jadi Tantangan

Author

Ilustrasi rabun dekat. (Freepik/weyo)

INDOZONE.ID - Hipermetropi atau rabun dekat merupakan kondisi penglihatan di mana objek yang berada pada jarak jauh terlihat lebih jelas, dibandingkan dengan objek yang berada dekat. 

Kondisi ini bukan semata-mata akibat proses penuaan seperti pada presbiopi, melainkan dipengaruhi oleh bentuk bola mata dan struktur di dalamnya.

Penyebab dan Faktor Risiko

Dikutip dari American Optometric Association, hipermetropi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak dibiaskan dengan benar, sehingga fokusnya jatuh di belakang retina. 

Hal ini bisa disebabkan oleh bola mata yang terlalu pendek, atau kornea yang memiliki kelengkungan yang terlalu sedikit.

Baca juga: Menilik Gejala hingga Penanganan Bintitan, Infeksi Mata yang Sering Diabaikan

Gejala Umum

Penderita hipermetropi biasanya mengalami kesulitan saat berfokus pada objek jarak dekat. Gejala lain yang umum termasuk:

  • Ketegangan mata saat membaca atau bekerja dekat
  • Mata terasa lelah atau perih
  • Sakit kepala setelah bekerja dengan fokus dekat
  • Rasa nyeri atau terbakar pada mata
  • Mudah merasa kesal atau gelisah setelah konsentrasi intens

Ilustrasi seseorang yang penglihatannya kabur atau buram. (Freepik)

Deteksi dan Pemeriksaan

Pemeriksaan penglihatan dasar, seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah, sering kali tidak mampu mendeteksi hipermetropi. Hal ini karena penderita hipermetropi masih mampu membaca huruf pada papan tes jarak jauh dengan cukup baik. Namun, mereka jarang diuji secara optimal untuk jarak dekat.

Diagnosis hipermetropi memerlukan pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter spesialis mata atau optometris, yang mencakup pengujian jarak pandang dekat dan evaluasi struktur mata.

Baca juga: Startup di Jepang Ciptakan Kacamata Pintar Mampu Atasi Rabun Jauh dan Dekat Sekaligus

Penanganan dan Pengobatan

Dalam kasus ringan, mata bisa menyesuaikan fokus tanpa bantuan lensa korektif. Namun, jika diperlukan, dokter mata dapat meresepkan kacamata atau lensa kontak.

Hal itu untuk membantu mengarahkan cahaya agar fokus tepat di retina. Dengan koreksi ini, penglihatan pada jarak dekat bisa menjadi lebih jelas.

Oleh karena itu, hipermetropi adalah kondisi umum yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang banyak melakukan pekerjaan jarak dekat seperti membaca atau bekerja di depan layar. 

Pemeriksaan mata secara rutin, sangat dianjurkan untuk mendeteksi gangguan ini sejak dini dan mencegah ketidaknyamanan yang lebih besar. Jika kamu mengalami gejala seperti sering sakit kepala atau mata cepat lelah saat membaca, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU