INDOZONE.ID - Gen Z banyak gak peduli sama seberapa kandungan kalori makanan yang dikonsumsi, sehat atau enggak makanan itu, yang penting mereka merasa kenyang dan happy saat menyantap suatu makanan yang disukainya.
Core Research Team Fix My Food Indonesia Shafa Syahrani mengungkapkan, anak muda seringnya mementingkan makan dengan harga murah, tapi gak peduli sama kandungan gizinya.
“Harga lebih penting daripada kandungan gizi. Sebanyak 27% anak muda mengutamakan pilihan makanan yang murah dan mengenyangkan, menunjukkan bahwa tekanan ekonomi sering kali mendorong pola makan yang tinggi kalori namun rendah gizi, terutama di kalangan pelajar," katanya saat webinar, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Obesitas Gen Z +62 Naik Drastis! Ternyata Biang Keroknya Gak Cuma Junk Food!
Tergiur Promo
Banyak dari mereka yang juga tergiur promo di sosial media, restoran, warung kaki lima sampai online food. Kebiasaan ini sangat relate gak cuma keiginanan anak itu sendiri, tapi orang tua yang membebaskan anaknya untuk mengonsumsi makanan gak sehat ini.
“11% melaporkan makan lebih banyak dari yang direncanakan karena terpengaruh oleh promosi porsi besar dan pemasaran makanan. Konsumsi berlebihan bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil yang dapat diprediksi dari desain sistem pangan saat ini,” bebernya.
Picu Obesitas
Kebiasaan buruk ini bisa membahayakan kesehatan yaitu memicu obesitas. Selain itu, beban Penyakit Tidak Menular (PTM) juga akan meningkat di masa mendatang.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa tren peningkatan obesitas di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Terutama pada kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
“Urbanisasi, gaya hidup cepat, dan kemudahan akses makanan olahan membuat masyarakat cenderung memilih makanan yang tinggi kandungan gula, garam, dan lemak,” ungkap Nadia.
Mereka yang pendapatannya menengah atau rendah justru karena kemudahan untuk menyiapkan makanan itu lebih cepat dengan mengkonsumsi atau mendapatkan makanan yang siap ataupun pangan olahan tadi baik siap saji maupun kemasan.
Nadia menambahkan bahwa obesitas bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap beban ekonomi negara. Karena meningkatnya pembiayaan penyakit jantung, diabetes, hipertensi, hingga kanker yang sebagian besar bisa dicegah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zoom Meeting