Mengenal Somnifobia, Ketika Tidur Jadi Terasa Menakutkan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
INDOZONE.ID - Tidur seharusnya menjadi salah satu waktu yang memberikan tubuh dan pikiran kita istirahat setelah seharian melakukan banyak aktivitas.
Tapi ternyata ada, loh, sebagian orang yang merasakan tidur jadi yang hal menakutkan untuk dilakukan karena mengalami somnifobia. Kira-kira kenapa, ya, orang bisa merasa takut untuk tidur?
Baca juga: Begadang dan Overthinking, Ini 5 Kebiasaan Gen Z di Malam Hari yang Bisa Bikin Kesehatan Menurun
Pengertian Somnifobia
Somnifobia ialah situasi ketika seseorang merasa takut tidur. Fobia ini dikatakan jadi salah satu fobia spesifik yang berangkat dari rasa kecemasan yang akhirnya memunculkan perasaan takut akan kemungkinan buruk yang dapat terjadi saat mereka tertidur.
Salah satu contohnya yakni mengalami mimpi buruk yang membuat seseorang trauma.
Sebagian orang yang mengalaminya cenderung menghindari tidur dengan cara begadang. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan kecemasan yang mungkin muncul.
Baca juga: Bukan Jeruk, Ternyata Buah Ini yang Kandungan Vitamin C-nya Paling Tinggi
Penyebab Somnifobia
Para ahli belum sepenuhnya yakin apa penyebab spesifik seseorang bisa punya fobia, termasuk somnifobia. Sebab, faktor yang melatarinya bisa berbeda pada setiap orang.
Namun ada beberapa spekulasi yang dikembangkan, seperti faktor turunan. Sementara itu, ada juga yang mengatakan bahwa fobia bisa muncul saat seseorang mengalami pengalaman traumatis di masa hidupnya.
Dalam kasus somnifobia, banyak penelitian menemukan adanya hubungan antara gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan somnifobia.
Orang yang punya PTSD sering merasa cemas berlebihan yang membuatnya jadi lebih waspada, takut akan kematian atau bahaya lainnya yang akan menyerangnya saat mereka tertidur akibat trauma yang dialaminya.
Selain itu, orang yang sering mengalami ketindihan disertai halusinasi juga bisa membuatnya jadi sulit untuk tidur. Ia akan takut akan bayangan yang akan dihadapi pada saat tubuhnya terlelap.
Baca juga: Perempuan Wajib Tahu! Ini 8 Tanda Awal PCOS yang Sering Dianggap Sepele
Gejala Somnifobia
Tanda yang mudah dikenali saat seseorang mengalami somnifobia yakni merasakan ketakutan berlebih saat ingin tidur yang sering kali akhirnya merujuk mereka pada perasaan kecemasan.
Melansir dari Health, somnifobia juga bisa membuat perilaku seseorang jadi berubah. Misalnya, ia jadi sering menunda tidur yang menyebabkan waktu istirahatnya nggak mencukupi kebutuhan yang diperlukan tubuh sehingga bisa membuatnya sulit berkonsentrasi di pagi hari.
Yang paling parah, somnifobia bisa membuat perubahan suasana hati yang lebih emosional.
Beberapa gejala lainnya yakni:
- Ketakutan yang nggak beralasan
- Terjadinya ketegangan pada otot-otot dan rasa kegelisahan yang menyelimuti
- Berkeringat deras
- Sering mengalami ketindihan atau sleep paralysis
- Masalah tidur lain, seperti sleep apnea, parasomnia, insomnia, narkolepsi
- Mengalami tremor atau kedutan di bagian tubuh
- Sulit bernapas atau sesak
- Jantung berdebar kencang
- Mual, sakit perut, diare, hingga muntah-muntah
- Kecemasan yang berlebih hingga serangan panik yang sulit dikontrol
- Sering merasa gelisah dan mudah tersinggung
- Sakit kepala dan rasa kelelahan yang terus berulang
Baca juga: Sabun Pemutih Aman untuk Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?
Cara Mengatasinya
Untuk mengidentifikasi apakah rasa takutmu merupakan bentuk fobia, dapat dilihat dari bentuk respon tubuhmu saat mengalami ketakutan.
Kondisinya bisa diamati paling tidak telah berlangsung selama enam bulan dan rasa takut yang Kamu rasakan juga nggak disebabkan oleh gangguan mental lain.
Nah, kalau Kamu udah menduga Kamu punya rasa takut saat ingin tidur, cara mengobatinya adalah dengan melakukan psikoterapi ke ahli profesional.
Mereka akan menggali permasalahanmu terlebih dahulu, seperti sudah berlangsung berapa lama Kamu ngerasain takut tidur, apa yang bikin Kamu ngerasa jadi takut tidur, seberapa intens rasa takutnya berulang, hingga gimana rasa takut tersebut mempengaruhi Kamu secara menyeluruh di aktivitas sehari-hari.
Sementara beberapa jenis terapi yang digunakan meliputi.
Baca juga: Warga Jakut Kaget Banyak yang Kena Anemia, Gula Darah Tinggi dan Hipertensi!
1. Terapi Paparan
Ini jadi salah satu metode terapi paling efektif mengatasi fobia. Para peneliti menyebut tingkat keberhasilan terapi ini berada di angka 90%.
Terapi ini dilakukan dengan melibatkan paparan bertahap tentang hal atau situasi yang bikin kita jadi ngerasa takut, tentunya bersama bimbingan terapis di lingkungan yang aman untuk menggali sejauh mana hal tersebut berpotensi menimbulkan reaksi berlebih dari tubuh.
Tujuan dilakukan terapi bertahap ini agar kita jadi bisa lebih terbiasa dan nggak takut lagi terhadap hal yang selalu kita hindari.
2. Terapi Perilaku Kognitif
Terapi ini membantu kita untu mengenali pikiran negatif yang bisa memicu rasa takut.
Terapi ini juga akan mengajarkan kita untuk melatih pikiran negatif menjadi lebih positif dan membantu kita dalam menemui cara mengatasi perilaku-perilaku yang dapat memperkuat kita pada rasa ketakutan berlebih.
Terapi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan terapi paparan.
Baca juga: Warga Jakut Kaget Banyak yang Kena Anemia, Gula Darah Tinggi dan Hipertensi!
3. Terapi Mindfulness
Terapi berbasis perilaku kognitif yang bertujuan melatih kita dalam mengelola dan mengurangi reaksi emosi berlebih, termasuk stres dan kecemasan yang membentuk pikiran-pikiran negatif.
Jenis terapi ini juga akan melatih kita untuk lebih sadar dan fokus terhadap momen saat ini sehingga kita bisa lebih tenang dan nggak mudah panik.
4. Terapi Realitas Virtual
Jenis terapi ini termasuk dalam jenis terapi paparan yang sama efektifnya dengan terapi kognitif.
Terapinya menggunakan bantuan teknologi untuk membantu kita menghadapi rasa ketakutan, terutama buat seseorang yang punya fobia spesifik.
Misal, kalau Kamu punya fobia ketinggian, termasuk takut saat naik pesawat, terapi ini akan menggunakan simulasi virtual yang seolah-olah mengajak Kamu pergi dengan pesawat untuk menguji seberapa jauh ketakutan tersebut mempengaruhi Kamu dan perlahan bisa Kamu hadapi untuk melawan rasa takutmu.
Baca juga: Eliminasi TB Tak Bisa Berdiri Sendiri, PCO: Harus Terintegrasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Meskipun penyebab somnifobia atau rasa takut tidur nggak bisa diidentifikasi secara spesifik, Kamu dapat mengenalinya dengan menggali rasa kecemasan yang dimiliki dengan mempertanyakan ke diri sendiri terlebih dahulu, seperti apa yang memicu Kamu jadi takut tidur? Seberapa sering Kamu mengalaminya?
Somnifobia yang nggak ditangani dengan baik juga bisa membuat kita jadi kurang tidur yang nggak cuma mempengaruhi aktivitas harian kita, tapi juga turut mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan tubuh kita secara menyeluruh, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga stroke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com