INDOZONE.ID - Dalam dunia kerja yang semakin sibuk, batasan antara kantor dan kehidupan pribadi perlahan menghilang.
Gadget, pesan instan, dan email kantor yang terus berdatangan menjadikan banyak orang sulit benar-benar lepas dari pekerjaan.
Kondisi ini memperbesar risiko kelelahan emosional dan menurunnya kesehatan mental.
Untuk itu, para peneliti dari Sekolah Pascasarjana Manajemen Universitas Buffalo melakukan studi mengenai strategi sederhana menjaga keseimbangan hidup.
Penelitian mereka menemukan bahwa meluangkan waktu di penghujung hari untuk merenungkan tujuan pribadi mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mental.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Mempercepat Kerontokan Rambut
Penelitian yang akan terbit dalam Jurnal Psikologi Terapan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan refleksi pribadi setelah bekerja membantu seseorang mengurangi stres, menjauhkan pikiran yang mengganggu, dan mengisi kembali energi.
Aktivitas ini sekaligus meningkatkan suasana hati serta kepuasan hidup. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya tidak semua orang bisa langsung menjalaninya.
Banyak pekerja kesulitan menyingkirkan pikiran tentang target dan kewajiban kantor bahkan setelah jam kerja berakhir.
Padahal, menurut para ahli, kebiasaan tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan fisik, psikologis, dan juga hubungan keluarga.
Eksperimen yang dilakukan melibatkan lebih dari seribu karyawan penuh waktu dan ratusan mahasiswa MBA paruh waktu.
Baca juga: Risiko Cedera Saat Berolahraga dengan Tubuh Lelah
Mereka diminta mengalokasikan waktu beberapa menit setiap malam untuk menuliskan atau membayangkan langkah-langkah menuju tujuan pribadi.
Praktik ini terbukti membantu sebagian besar responden mencapai keseimbangan emosional.
Laporan penelitian juga memperingatkan tentang konsekuensi serius jika seseorang tidak memiliki waktu pemisahan dari pekerjaan.
Kondisi seperti itu bisa berujung pada burnout, penurunan motivasi, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh akibat stres kronis.
Namun, manfaat refleksi ini ternyata tidak berlaku untuk semua orang.
Baca juga: Khasiat Lidah Buaya dan Teh Hijau untuk Mengatasi Jerawat
Studi mencatat bahwa individu dengan sifat workaholic justru tidak merasakan efek positif yang sama.
Kelompok ini tetap terjebak dalam pikiran profesional dan sulit menikmati waktu bersama keluarga.
Salah satu penulis riset, Dr. Min-Hsuan Tu, menjelaskan, “Para pecandu kerja menjadi sangat terikat dengan tujuan profesional mereka, sehingga sulit untuk melepaskan diri secara mental.”
Dr. Min-Hsuan Tu menegaskan bahwa kondisi ini menciptakan siklus stres yang terus berulang dan membutuhkan intervensi lebih dalam.
Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun refleksi pribadi dapat menjadi alat murah, mudah, dan efektif untuk mayoritas pekerja.
Baca juga: 4 Risiko Kesehatan Jika Konsumsi Telur Berlebihan
Mereka yang memiliki kecenderungan kecanduan kerja tetap membutuhkan pendekatan lain.
Dukungan psikologis maupun program khusus dinilai lebih tepat untuk membantu kelompok ini.
Secara keseluruhan, hasil penelitian memberi pesan jelas: menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan cara rumit.
Meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan tujuan hidup pribadi dapat menjadi langkah awal sederhana yang memberi manfaat besar.
Bagi pekerja modern yang menghadapi tekanan terus-menerus, praktik ini bisa menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih seimbang.
Baca juga: 5 Manfaat Telur untuk Diet Tinggi Protein
Selain menurunkan stres kerja, refleksi pribadi juga memberi ruang untuk menumbuhkan kebahagiaan, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infobae.com