INDOZONE.ID - Bagi penderita darah tinggi, apakah tekanan darah Anda sudah normal? Kalau sudah, Jangan buru-buru merasa lega.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah obat hipertensi masih perlu diminum ketika tekanan darah sudah normal? Jawabannya tidak sesederhana ‘ya’ atau ‘tidak’.
Banyak penderita hipertensi merasa sudah kembali sehat ketika tekanan darah mereka kembali normal. Akibatnya, banyak kasus penderita berhenti minum obat tanpa seizin dokter.
Hipertensi berbeda dengan “darah sedang tinggi” karena sedang stress atau kurang tidur.
Baca juga: Jangan Kebiasaan Scroll HP Sebelum Tidur, Ini Alasannya!
Hipertensi juga bukan sekadar gejala seperti flu yang dapat hilang setelah minum obat.
Sekalipun tekanan darah telah normal, penderita hipertensi tidak lantas sembuh. Tekanan darahnya hanya kembali "normal" akibat intervensi obat.
Obat hipertensi berfungsi sebagai “penjaga pintu” yang mencegah kenaikan, bukan “pemadam kebakaran” yang pergi setelah padam.
Jadi kapan penderita hipertensi dapat berhenti minum obat? Hanya dokter yang dapat memutuskan.
Itupun setelah dilakukan evaluasi rutin. Jika pengecekan rutin menunjukkan kondisi pasien sudah membaik, biasanya dokter tidak akan langsung menyetop pemberian obat.
Baca juga: 6 Cara Mudah Mencegah ISK yang Rentan Dialami Ibu Hamil, Yuk Simak!
Yang biasanya dilakukan ialah pemberian obat dengan dosis yang lebih kecil.
Kemudian, pasien direkomendasikan menjalani gaya hidup sehat seperti mengurangi asupan garam, tidur cukup, berolahraga ringan, mengelola stress, hingga rutin cek berkala.
Bagi penderita hipertensi, berhenti minum obat tanpa persetujuan dokter bisa berakibat fatal. Penderita bisa mengalami masalah kesehatan yang lebih serius.
Bukan tidak mungkin saraf akan rusak karena tekanan darah yang terlalu tinggi.
Risiko mengalami stroke, serangan jantung, gagal ginjal, bahkan komplikasi akan meningkat.
Jadi, penderita hipertensi tidak boleh asal berhenti minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Kesehatan