INDOZONE.ID - Bahu beku atau yang dikenal dengan istilah medis frozen shoulder adalah kondisi yang membuat siapa saja tidak nyaman. Bukan cuma nyeri, gerakan bahu juga jadi terbatas. Nah, buat kamu yang penasaran, yuk, kita kupas tuntas soal frozen shoulder, mulai dari penyebab sampai cara penanganannya.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah peradangan pada kapsul sendi bahu yang menyebabkan kekakuan dan nyeri. Kondisi ini membuat kapsul sendi mengerut dan menebal, sehingga gerakan bahu jadi sulit.
Baca juga: Bukan Kolesterol, Bisa Jadi Ini Penyebab Leher Kamu Sering Kaku
Siapa Saja yang Berisiko?
Meski penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang bisa membuat kamu lebih berisiko terkena frozen shoulder, di antaranya:
- Jenis kelamin perempuan: Kondisi ini lebih sering menyerang wanita.
- Usia di atas 40 tahun: Frozen shoulder umumnya terjadi pada kelompok usia ini.
- Penyakit penyerta: Orang yang menderita diabetes mellitus atau penyakit Parkinson lebih rentan.
- Imobilitas lama: Misalnya setelah cedera atau operasi yang membuat bahu tidak banyak bergerak.
Tiga Tahap Frozen Shoulder yang Perlu Kamu Tahu
Kondisi ini berkembang perlahan dalam tiga tahap:
- Tahap Pembekuan (Freezing Stage): Berlangsung sekitar 6 hingga 9 bulan. Pada tahap ini, nyeri mulai terasa dan gerakan bahu perlahan terbatas.
- Tahap Beku (Frozen Stage): Berlangsung sekitar 4 bulan hingga 1 tahun. Nyeri mulai berkurang, tapi kekakuan bahu justru meningkat. Kamu akan merasa sangat sulit menggerakkan bahu.
- Tahap Pencairan (Thawing Stage): Berlangsung 6 bulan hingga 2 tahun. Gerakan bahu perlahan mulai membaik.
Baca juga: Gen Z Juga Bisa Alami Frozen Shoulder, Keluhannya Apa Saja?
Cara Mengatasi Frozen Shoulder
Penanganan frozen shoulder bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mengembalikan rentang gerak bahu. Beberapa metode yang bisa dilakukan, antara lain:
- Terapi fisik: Latihan gerak terarah bersama fisioterapis sangat membantu untuk meregangkan sendi dan otot bahu.
- Obat-obatan: Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen) atau aspirin untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
- Injeksi kortikosteroid: Dokter bisa menyuntikkan kortikosteroid ke sendi bahu untuk meredakan peradangan.
- Tindakan pembedahan: Jika terapi di atas tidak berhasil setelah 10–12 bulan, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan. Prosedurnya bisa berupa manipulasi sendi bahu, distensi bahu, atau artroskopi.
Jika kamu mengalami gejala frozen shoulder, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Ingat, penanganan sedini mungkin akan memberikan hasil yang lebih baik!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rso.go.id