Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 11:15 WIB

Kenali Retinitis Pigmentosa: Penyakit Keturunan yang Perlahan Kikis Penglihatan

Author

Ilustrasi seseorang mengalami Retinitis Pigmentosa atau kondisi yang bikin penurunan penglihatan secara bertahap. (Freepik)

INDOZONE.ID - Retinitis Pigmentosa (RP) merupakan penyakit keturunan yang menyerang retina mata, dan menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap.

Gejala awal biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja, dengan tanda pertama berupa rabun senja (night blindness).

Dikutip dari American Optometric Association, seiring berjalannya waktu, penderita mengalami penyempitan lapang pandang atau kehilangan penglihatan sisi mata (peripheral vision). 

Kondisi ini membuat penderitanya kerap menabrak kursi, atau benda lain karena sulit melihat di sekelilingnya. 

Pada tahap lanjut, penglihatan hanya tersisa di bagian tengah saja, seperti melihat melalui sebuah terowongan (tunnel vision).

Baca juga: Kelopak Mata Tampak Turun? Waspadai Ptosis, Gangguan yang Bisa Pengaruhi Penglihatan

Proses Perburukan yang Lambat

Kabar baiknya, sebagian besar kasus retinitis pigmentosa berkembang secara perlahan. Penurunan penglihatan terjadi bertahap, dan bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum mencapai tahap berat. 

Meski demikian, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan retinitis pigmentosa.

Peran Vitamin dan Suplemen

Beberapa penelitian menunjukkan, vitamin A dan lutein dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ini. 

Dokter spesialis mata atau optometri, dapat memberikan rekomendasi mengenai jenis dan dosis suplemen yang tepat, serta memantau perkembangan penglihatan pasien dari waktu ke waktu.

Ilustrasi seseorang melakukan pemeriksaan untuk tahu kondisi Retinitis Pigmentosa. (Freepik)

Selain itu, alat bantu penglihatan rendah (low vision aids) seperti lensa teleskopik, kaca pembesar, hingga alat bantu penglihatan malam, dapat membantu penderita RP memaksimalkan penglihatan yang masih tersisa. 

Dokter yang berpengalaman dalam rehabilitasi penglihatan rendah, juga dapat membantu pasien beradaptasi, memberikan pelatihan, serta informasi agar tetap mandiri dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor Penyebab dan Risiko

Retinitis pigmentosa merupakan penyakit genetik yang diturunkan dalam keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua membawa gen penyebab RP, kemungkinan anak yang mengalami kondisi ini akan meningkat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Rabun senja atau kesulitan melihat dalam cahaya redup
  • Kehilangan penglihatan sisi mata secara bertahap
  • Sering menabrak benda karena tidak melihat dari samping
  • Penglihatan semakin menyempit seperti melihat melalui terowongan
  • Gejala tersebut biasanya muncul sejak masa kanak-kanak atau remaja dan semakin memburuk seiring bertambahnya usia.

Diagnosis

Diagnosis retinitis pigmentosa dilakukan melalui pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter spesialis mata. Proses ini bisa cukup sulit karena gejalanya mirip dengan gangguan penglihatan lain. 

Riwayat kesehatan keluarga juga menjadi faktor penting dalam memastikan diagnosis RP.

Baca juga: Sering Terpapar Matahari? Waspadai Pterigium yang Bisa Ganggu Penglihatan

Pengobatan dan Penanganan

Hingga kini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan RP. Namun, terapi nutrisi dengan vitamin A dan lutein, dapat membantu memperlambat progresivitas penyakit. 

Penggunaan alat bantu penglihatan serta rehabilitasi visual, juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup penderita.

Penelitian di bidang genetika, terus dikembangkan dengan harapan suatu hari nanti, dapat ditemukan cara untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit keturunan ini.

Pencegahan

Karena bersifat genetik, retinitis pigmentosa tidak dapat dicegah. Namun, deteksi dini dan pemantauan rutin oleh dokter mata, dapat membantu memperlambat penurunan penglihatan, dan menjaga fungsi mata lebih lama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU