Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 13:00 WIB

Tanda Anak Stres Bisa Terlihat dari Kamarnya, Ini Penjelasan Psikolog

Author

Ilustrasi tanda anak stres bisa terlihat dari kamarnya. (Freepik)

INDOZONE.ID - Menata kamar anak bukan hanya soal estetika atau agar terlihat rapi saja, menurut psikolog anak Fabiola Priscila, M.Psi, kondisi dan suasana kamar bisa menjadi salah satu "jendela" untuk memahami kondisi emosi sang anak.

Berikut penjelasan bagaimana kondisi kamar anak dapat mencerminkan emosi dan apa yang dapat diperhatikan oleh orang tua.

Baca juga: Stop Jadi Yes Man ke Pasangan! Psikolog Ungkap 5 Cara Bikin Batasan Tanpa Bikin Drama

Tanda-tanda Anak Alami Stres atau Cemas

Fabiola menjelaskan beberapa indikator kamar anak yang bisa menjadi sinyal perubahan emosi atau tekanan psikologis.

Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kamar yang berantakan terus-menerus

"Kalau kamarnya berantakan, biasanya pikirannya juga akan berantakan," ungkap Fabiola Priscila saat ditemui Indozone di IKEA Jakarta Garden City, Kamis (6/11/2025).

2. Warna kamar yang kusam atau gelap

Warna yang terlalu gelap atau suram bisa jadi mencerminkan suasana hati yang murung atau kurang semangat.

3. Kamar yang kotor, tidak terurus selama lebih dari dua minggu

Banyak sampah, makanan dibiarkan di kamar, atau anak menolak membersihkan kamarnya.

"Kalau anak menolak membersihkan kamar dan terlihat tidak peduli dengan lingkungannya, itu bisa jadi tanda mereka sedang merasa lelah secara mental," jelas Fabiola.

Psikolog Anak Fabiola Priscila, M.Psi. membahas mengenai tanda anak stres bisa terlihat dari kamarnya. (INDOZONE/Putri Octavia Saragih)

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua bila melihat kamar anak menunjukkan tanda-tanda seperti di atas:

1. Observasi dengan Empati

Alih-alih menyalahkan, ajak anak berbicara secara santai tentang bagaimana perasaannya.

2. Buat Rutinitas Ringan

Misalnya 10-15 menit sebelum tidur untuk merapikan meja atau meletakkan mainan. Hal ini membantu anak memegang kontrol atas ruangnya sendiri.

3. Perhatikan Warna dan Suasana Kamar

Orang tua bisa memilih warna yang terang tapi lembut, dan hindari dominasi warna yang terlalu gelap jika anak cenderung murung.

4. Pastikan Kebersihan dan Kepraktisan

Ruang yang mudah untuk dibersihkan dan diatur akan lebih mendorong anak untuk merawatnya.

Baca juga: Psikolog: Kamar Tidur Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang dan Kemandirian Anak

Bila kamar anak sangat terbengkalai, anak tampak sangat menarik diri, atau menunjukkan gejala stres/cemas yang berat, maka konsultasi ke psikolog atau konselor bisa dilakukan.

Kondisi kamar anak bukan hanya soal rapi atau tidak, tapi bisa mengetahui tentang bagaimana anak mengatur pikiran dan emosinya, bagaimana ia merasakannya secara internal, dan bagaimana lingkungan fisik memengaruhi keadaan mental.

Dengan observasi yang tepat dan pendekatan lembut, orang tua bisa menggunakan kamar sebagai alat bantu untuk membaca dan mendukung kesehatan emosional anak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU