INDOZONE.ID - Kehamilan merupakan fase hidup yang penuh perubahan, dan dapat menimbulkan sejumlah ketidaknyamanan. Salah satunya adalah wasir (hemoroid), yaitu pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus.
Kondisi yang mirip dengan varises ini, dialami lebih dari separuh ibu hamil. Meski umumnya tidak berbahaya, wasir dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, hingga perdarahan ringan yang bikin buang air besar terasa tidak nyaman.
Tekanan dari pertumbuhan janin serta perubahan hormon selama kehamilan, menjadi penyebab utama terjadinya wasir.
Tidak hanya itu, sembelit dan kebiasaan mengejan saat buang air besar, menjadi pemicu tambahan yang semakin memperburuk kondisi.
Namun kabar baiknya, sebagian besar kasus wasir pada kehamilan bersifat sementara, dan akan membaik setelah persalinan.
Baca juga: 4 Pantangan Makanan yang Wajib Dihindari oleh Penderita Wasir Jika Tak Ingin Semakin Parah
Mengapa Wasir Terjadi Selama Kehamilan
Dikutip dari Medical Daily, wasir pada ibu hamil muncul terutama akibat tekanan fisik dari rahim yang membesar. Semakin bertambah usia kehamilan, terutama memasuki trimester ketiga, rahim akan menekan pembuluh darah di area panggul.
Tekanan ini memperlambat aliran darah, dan membuat pembuluh di sekitar anus membengkak. Sehingga hal itu menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
Selain faktor mekanis, perubahan hormon kehamilan juga berperan. Hormon tertentu dapat membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga lebih mudah membengkak.
Kondisi ini sering diperparah oleh sembelit, yang merupakan keluhan umum selama kehamilan akibat perubahan hormon, penurunan aktivitas fisik, maupun konsumsi vitamin prenatal tertentu.
Ketika sulit buang air besar, dorongan mengejan dapat memperbesar tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus, sehingga mempertinggi risiko wasir.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Wasir dapat menimbulkan berbagai keluhan yang cukup mengganggu aktivitas harian. Sejumlah gejala utama yang biasanya dialami ibu hamil meliputi:
- Gatal atau rasa terbakar di area anus;
- Nyeri atau rasa penuh yang muncul terutama saat duduk atau setelah buang air besar;
- Perdarahan ringan, biasanya berupa darah merah segar pada tisu atau permukaan tinja;
- Pembengkakan atau benjolan kecil di sekitar anus;
- Kelelahan atau tidak nyaman saat melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus visual, seperti membaca atau bekerja;
Meskipun gejala ini dapat terasa memalukan atau membuat tidak nyaman, penting bagi calon ibu untuk mengenalinya sejak dini. Hal tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Diagnosis dan Peran Pemeriksaan Kesehatan
Ketika keluhan semakin mengganggu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sangat dianjurkan. Dokter dapat memastikan, apakah gejala tersebut benar disebabkan oleh wasir, atau kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
Diagnosis umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik sederhana. Pada kasus tertentu, dokter mungkin memberikan rekomendasi tambahan untuk memantau kondisi, atau memastikan tidak ada komplikasi lain.
Meski sebagian besar kasus wasir pada kehamilan tidak berbahaya, evaluasi medis tetap penting untuk menghindari salah penanganan, dan memberikan rasa aman bagi ibu hamil.
Baca juga: Kenali Ini Perbedaan Antara Wasir dan Kanker Usus Besar, Waspada Jika Terjadi Pendarahan
Cara Mengatasi Wasir Selama Kehamilan
Penanganan wasir pada kehamilan umumnya berfokus pada mengurangi gejala, serta mencegah kondisi memburuk. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
1. Atasi Sembelit dan Hindari Mengejan
Mengurangi sembelit merupakan langkah pertama yang paling efektif. Calon ibu dianjurkan untuk:
- Minum air dalam jumlah cukup setiap hari
- Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, dan gandum utuh
- Menggunakan pelunak feses sesuai rekomendasi tenaga kesehatan
Dengan tinja yang lebih lunak, kebutuhan mengejan berkurang sehingga tekanan pada pembuluh darah juga menurun.
2. Mandi Air Hangat
Berendam dalam air hangat selama beberapa menit, beberapa kali sehari, dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan di area anus.
3. Kompres Dingin
Kompres dingin dapat digunakan untuk meredakan bengkak sementara. Penggunaan kompres dapat dilakukan secara berkala untuk mengurangi ketidaknyamanan.
4. Krim atau Salep Wasir
Obat oles bebas resep dapat membantu meredakan gatal dan peradangan. Namun, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya, untuk memastikan keamanan bagi kehamilan.
5. Penyesuaian Pola Hidup
Perubahan kebiasaan sederhana seperti tidak duduk terlalu lama, menjaga kebersihan area anus, serta menghindari aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan pada panggul, dapat membantu mengendalikan gejala.
Sebagian besar ibu hamil menemukan perbaikan kondisi melalui langkah-langkah tersebut, tanpa perlu tindakan medis lebih lanjut. Setelah persalinan, tekanan fisik pada pembuluh darah berkurang, dan gejala wasir biasanya mereda secara bertahap.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meskipun tergolong umum, wasir yang menyebabkan nyeri hebat atau perdarahan berlebihan, perlu mendapatkan perhatian medis. Konsultasi dengan dokter penting untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan lain, serta memastikan penanganan yang tepat dan aman bagi ibu serta janin.
Oleh karena itu, dengan mengetahui penyebab, gejala, dan metode penanganan yang dapat dilakukan, para calon ibu dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman, serta tetap menikmati proses menanti kelahiran sang buah hati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily