Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 20:30 WIB

Penelitian KAIST Ungkap Teknologi Pengubah Sel Kanker, Harapan Baru Dunia Medis

Author

Foto Kwang-Hyun Cho bersama timnya yang berhasil menemukan teknologi untuk mengubah sel kanker menjadi normal kembali. (Sumber: Medbound Times)

INDOZONE.ID - Ilmuwan di Korea Selatan menemukan teknologi bernama sakelar molekul yang mampu mengubah sel kanker kembali menjadi sel normal yang tidak membahayakan tubuh. Penemuan ini dilakukan oleh tim peneliti dari Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) di Daejeon, Korea Selatan, dan dinilai dapat membuka arah baru dalam pengobatan kanker.

Penulis makalah sekaligus profesor biologi, Kwang-Hyun Cho, menjelaskan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi sakelar molekul yang dapat mengembalikan sel kanker ke kondisi normal. Ia juga menuturkan bahwa terobosan itu dicapai dengan “menangkap momen transisi kritis tepat sebelum sel normal berubah menjadi kondisi kanker yang tidak dapat dipulihkan.”

Baca juga: Kejutkan Dunia Medis, Dokter Tertular Kanker dari Pasiennya saat Operasi, Kok Bisa?

Transisi kritis merupakan fase ketika suatu sistem mengalami perubahan besar dalam rentang waktu tertentu, termasuk saat sel normal bergeser menjadi sel kanker akibat akumulasi perubahan genetik maupun epigenetik.

Dalam penelitian tersebut, Cho dan para peneliti menemukan bahwa sebelum proses transformasi terjadi atau saat tumor mulai berkembang, sel normal memasuki tahap tidak stabil, di mana sel normal dan sel kanker dapat muncul secara bersamaan.

lmuwan di Korea Selatan Berhasil Temukan Cara Mengubah Sel Kanker Jadi Normal Kembali. (Sumber: New Atlas)

Melalui pendekatan biologi sistem, tim kemudian membuat model jaringan genetik yang berfungsi mengendalikan perkembangan kanker, yaitu sakelar molekul tersebut. Dari model ini, mereka juga menemukan bahwa kondisi sel kanker dapat dipulihkan menjadi sel normal.

“Studi ini mengungkap secara rinci, pada tingkat jaringan genetik, perubahan yang terjadi di dalam sel selama proses perkembangan kanker, sesuatu yang selama ini dianggap misteri,” ujar Cho.

Baca juga: Vaksinasi Tanpa Suntik Menggunakan Ultrasound, Terobosan Baru di Dunia Medis

Ia menegaskan bahwa penelitian ini menjadi studi pertama yang menunjukkan pentingnya membalikkan perkembangan sel kanker tepat pada fase transisi tersebut.

Para peneliti berharap teknologi ini dapat terus dikembangkan hingga akhirnya bisa diterapkan sebagai metode pengobatan kanker yang lebih efektif di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Newsweek

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU