Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 20:00 WIB

7 Infeksi Kulit yang Disebabkan Karena Virus, Jangan Dianggap Sepele!

Author

Ilustrasi penyakit kulit. (freepik)

INDOZONE.ID - Kulit adalah pertahanan pertama tubuh dan sering kali menjadi tempat munculnya berbagai infeksi kulit yang disebabkan oleh virus

Banyak orang tidak menyadari bahwa penyakit kulit karena virus yang sering dianggap sepele ini sebenarnya bisa memicu komplikasi bila dibiarkan. Berikut jenis-jenis infeksi kulit.

7 Jenis-jenis Infeksi Kulit

Ilustrasi cacar air pada anak (Cleveland Clinic)

1. Cacar Air

Cacar air muncul akibat varicella zoster virus (VZV). Virus ini dapat berdiam dalam tubuh dan aktif kembali di kemudian hari. 

Meski umum terjadi pada anak-anak, infeksinya pada orang dewasa bisa lebih berat hingga menyebabkan pneumonia, radang otak, atau dehidrasi. 

Pada ibu hamil, cacar air perlu diwaspadai karena berisiko pada janin. Salah satu cara pencegahan terbaik adalah vaksinasi sebelum kehamilan. 

Untuk cara mengobati infeksi kulit akibat virus ini, dokter biasanya memberikan obat antivirus serta anjuran perawatan luka di rumah.

Baca juga:  Apa Itu Rosacea, Penyakit Kulit yang Dialami Sandra Dewi?

2. Herpes Zoster

Herpes zoster adalah bentuk reaktivasi dari virus cacar air yang sebelumnya tidak aktif. Kondisi ini lebih banyak menyerang lansia, terutama mereka dengan daya tahan tubuh lemah. 

Herpes zoster termasuk penyakit kulit karena virus yang sering dianggap sepele, padahal rasa nyeri dan sensasinya bisa berlangsung lama. 

Pengobatan dilakukan dengan antivirus dan pengontrol nyeri agar gejala tidak memburuk.

Baca juga: Catat! Berikut Tips Cegah Penyakit Kulit Menular di Musim Pancaroba

3. Pityriasis Rosea

Termasuk dalam jenis-jenis infeksi kulit yang tidak berbahaya, pityriasis rosea ditandai dengan kemunculan bercak merah muda pucat di tubuh. 

Biasanya diawali dengan satu bercak besar sebelum menyebar menjadi bercak kecil. Walau tampak mengganggu, kondisi ini sering membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. 

Untuk mengatasi ketidaknyamanan ringan, dokter dapat memberikan pelembap atau obat anti-gatal apabila diperlukan.

4. Cacar Monyet (Monkeypox)

Ruam cacar monyet mirip dengan cacar air di fase awal, sehingga tidak jarang disalahartikan. Lepuhannya berubah dari cairan jernih menjadi keruh kekuningan. 

Karena penyebarannya termasuk cepat, penting mengenali gejalanya sedini mungkin. 

Penanganan meliputi isolasi sesuai anjuran dokter dan perawatan kulit untuk mencegah infeksi sekunder.

5. Molluscum Contagiosum

Molluscum contagiosum banyak dialami oleh anak-anak usia 1-4 tahun. Benjolan kecil dan halus yang muncul sering kali tidak terasa sakit. 

Meskipun termasuk infeksi kulit yang disebabkan oleh virus, kondisi ini biasanya ringan dan dapat sembuh sendiri dalam 6-12 bulan. 

Namun, pada beberapa kasus dokter dapat melakukan tindakan seperti kuret atau penggunaan krim antivirus sebagai cara mengobati infeksi kulit akibat virus yang satu ini.

6. Infeksi Orf Virus

Orf virus menyebabkan luka nyeri pada kulit akibat penularan dari hewan seperti kambing dan domba. Infeksi ini umumnya muncul pada orang yang bekerja dekat dengan hewan. 

Meskipun tampak menakutkan, penyakit ini biasanya sembuh tanpa pengobatan khusus. Pencegahannya sederhana, yakni memakai sarung tangan dan menjaga kebersihan setelah menyentuh hewan.

7. Roseola

Roseola disebabkan oleh human herpes virus 6 (HHV-6) dan sering menyerang anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Gejalanya dimulai dengan demam tinggi yang kemudian diikuti munculnya ruam merah di tubuh. 

Meski sangat menular, roseola termasuk penyakit kulit karena virus yang sering dianggap sepele karena biasanya sembuh dengan sendirinya. 

Dengan memahami cara pencegahan dan cara mengobati infeksi kulit akibat virus yang tepat, kamu bisa membantu tubuh pulih lebih cepat sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Emedihealth.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU