Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 18:10 WIB

Penyebab Ketombe dan Cara Efektif Agar Kulit Kepala Tetap Sehat

Author

Ilustrasi rambut berketombe. (MEDICALNEWSTODAY)

INDOZONE.ID - Ketombe memang bukan masalah kesehatan yang serius, tapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan kepercayaan diri.

Meski tidak menular, ketombe dapat menimbulkan rasa gatal dan serpihan putih di bahu. 

Penting untuk memahami penyebab ketombe dan mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasinya agar kulit kepala tetap sehat dan rambut terlihat bersih. Berikut di antaranya.

Faktor Penyebab Ketombe Parah

Ilustrasi rambut berketombe. (Ilustrasi.revalid.com)

1. Infeksi Jamur pada Kulit Kepala

Jamur Malassezia globosa sering menjadi salah satu faktor penyebab ketombe parah. Jamur ini memanfaatkan minyak di kulit kepala untuk berkembang biak, sehingga kulit kepala bereaksi dengan mempercepat pergantian sel kulit. 

Normalnya, proses pergantian sel memakan waktu sekitar sebulan, tetapi pada penderita ketombe bisa terjadi hanya dalam 2-7 hari.

Baca juga: Gak Melulu Ketombe, Bisa Jadi Serpihan Kulit Kepala di Rambut Itu Psoriasis! Berikut 4 Tanda Utama

2. Kulit Kepala Kering

Selain kulit berminyak, kulit kepala kering juga dapat menjadi penyebab ketombe. Ketombe akibat kulit kering biasanya lebih kecil, kering, dan tidak terlalu berminyak, namun tetap menimbulkan rasa gatal.

Menjaga kelembapan kulit kepala adalah salah satu tips menjaga kulit kepala tetap sehat.

3. Dermatitis Kontak dan Masalah Kulit Lainnya

Dermatitis kontak terjadi akibat iritasi kulit, misalnya dari produk rambut atau pewarna rambut. Kondisi ini menimbulkan gatal dan ruam. 

Penyakit kulit lain seperti eksim, psoriasis, atau jerawat juga dapat memperburuk kondisi ketombe. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab ketombe parah.

4. Jarang Keramas

Kurangnya frekuensi keramas memungkinkan minyak dan sel kulit mati menumpuk, sehingga menjadi penyebab ketombe.

Membersihkan rambut secara rutin termasuk tips menjaga kulit kepala tetap sehat sekaligus mencegah ketombe muncul kembali.

5. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan meningkatkan risiko ketombe, termasuk Parkinson, Alzheimer, cedera otak atau saraf tulang belakang, HIV/AIDS, dan hepatitis C.

Orang dengan kondisi ini sebaiknya lebih waspada karena termasuk faktor penyebab ketombe parah.

Cara Mengatasi Ketombe

Ilustrasi ketombe. (Freepik)

Ketombe dapat dikendalikan dengan rutin menggunakan sampo antiketombe 1-3 kali seminggu. 

Setelah ketombe membaik, frekuensi bisa dikurangi menjadi seminggu sekali sebagai langkah pencegahan. Beberapa jenis sampo antiketombe meliputi:

- Zinc pyrithione 

Antibakteri dan antijamur.

- Tar batu bara

Memperlambat pengelupasan sel kulit mati, tapi kulit kepala bisa lebih sensitif terhadap sinar matahari.

- Salicylic acid 

Membantu mengangkat kerak di kulit kepala.

- Selenium sulfide atau ketoconazole 

Bersifat antijamur, namun bisa mengubah warna rambut atau kulit kepala.

Selalu ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada botol sampo. Selain sampo, beberapa cara menghilangkan ketombe membandel adalah menggunakan bahan alami seperti cuka apel, lidah buaya, dan madu. 

Jika timbul reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau kemerahan, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Skinhealthinfo.org.uk

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU