Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 21:15 WIB

Sering Mengalami Mata Merah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Author

Ilustrasi mata merah (freepik)

INDOZONE.ID - Sering mengalami mata merah tentu dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. 

Kondisi ini muncul ketika pembuluh darah di bagian putih mata (sklera) melebar atau mengalami peradangan. Meski sering kali bersifat ringan, berikut beberapa penyebab mata merah.

Penyebab Mata Merah yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi mata merah (pexels/@samerdaboul/)

1. Mata lelah

Terlalu lama menatap layar, tidur larut, atau jarang berkedip, akan membuat mata cepat lelah. Ketika mata terbuka dalam waktu lama tanpa istirahat, kornea menjadi kurang terlumasi sehingga kemerahan pun mudah terjadi.

Baca juga: 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Merah Setelah Pemakaian Softlens

2. Mata kering

Produksi air mata yang berkurang atau mudah menguap bisa menyebabkan mata kering. Selain memicu mata merah, mata kering juga dapat menimbulkan rasa panas, perih, dan seperti terbakar. 

Ini juga salah satu jawaban dari pertanyaan banyak orang, yakni mata merah terus menerus tanda penyakit apa? salah satunya adalah gangguan pada produksi air mata.

3. Iritasi akibat benda asing

Debu, pasir, ataupun serpihan benda kecil yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi. Mata akan bereaksi dengan menjadi merah, berair, dan terasa nyeri. Apalagi jika benda tersebut melukai kornea, penglihatan bisa ikut terganggu.

Baca juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Mata Merah

4. Infeksi mata

Infeksi mata bisa disebabkan bakteri atau virus.

- Virus: cairan bening dan encer
- Bakteri: cairan kuning/hijau dan lebih kental

Konjungtivitis merupakan infeksi yang cukup sering menyebabkan mata merah dan sangat menular. 

Jika sering mengalami mata merah karena infeksi, sebaiknya periksa ke dokter untuk mencegah penyebaran dan komplikasi.

5. Alergi

Paparan serbuk sari, asap, atau debu dapat menimbulkan reaksi alergi pada mata. Gejalanya berupa mata merah, gatal, berair, hingga bengkak. Menghindari pemicu alergi menjadi langkah utama dalam pencegahannya.

6. Perdarahan subkonjungtiva

Pembuluh darah kecil pada mata dapat pecah akibat batuk kuat, tekanan darah tinggi, atau konsumsi obat pengencer darah. Meski terlihat mencolok, kondisi ini jarang berbahaya dan akan pulih dalam beberapa minggu.

7. Kelainan posisi kelopak mata

Kelainan seperti entropion (kelopak mata masuk ke dalam) dan ektropion (kelopak mata terlipat keluar) bisa mengganggu pelumasan mata.

Gesekan bulu mata pada kornea atau mata yang menjadi kering akan menyebabkan kemerahan dan iritasi.

Cara Mengatasi Mata Merah

Untuk meredakan gejala di rumah, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

- Kompres dingin 1-2 kali sehari
- Gunakan obat tetes mata pelumas
- Konsumsi obat antihistamin atau dekongestan jika dipicu alergi
- Hindari paparan asap, debu, hingga uap kimia
- Jangan menggosok mata dengan tangan kotor
- Hentikan sementara penggunaan riasan mata dan lensa kontak
- Kurangi waktu menatap layar gadget atau komputer

Jika mata merah terus menerus, tidak membaik dalam 1 minggu, disertai nyeri hebat, penglihatan kabur, atau keluar cairan kental, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda penyakit mata yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis.

Mata merah bisa disebabkan banyak hal, dari yang sederhana hingga kondisi kesehatan tertentu. 

Segera mencari pertolongan medis jika sering mengalami mata merah atau keluhan semakin parah, agar mata tetap terlindungi dari risiko komplikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Emedihealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU