Ilustrasi mata mengalami pendarahan subkonjungtiva. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kamu pernah melihat atau merasakan bagian putih mata tiba-tiba berubah merah terang seolah berdarah?
Kondisi itu disebut pendarahan subkonjungtiva (subconjunctival hemorrhage). Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Dikutip dari American Optometric Association, pendarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan konjungtiva pecah. Sehingga, menyebabkan darah mengalir dan menumpuk di area putih mata (sklera).
Biasanya, darah tampak dalam jumlah kecil di awal, lalu menyebar hingga menutupi sebagian besar permukaan mata.
Saat darah mulai terserap kembali, area tersebut dapat berubah warna menjadi kekuningan, sebelum akhirnya kembali normal. Proses penyembuhan ini biasanya memakan waktu sekitar dua minggu.
Baca juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Mata Merah
Sebagian besar, kasus pendarahan subkonjungtiva terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menjadi memicunya:
Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Penderita umumnya tidak merasakan nyeri atau gangguan penglihatan.
Beberapa orang hanya mengeluhkan rasa seperti ada benda asing di mata. Tentu saja, perubahan warna merah terang atau kekuningan pada bagian putih mata, menjadi tanda yang paling jelas.
Ilustrasi seseorang mengalami Konjungtivitis alias mata merah. (Freepik)
Pendarahan subkonjungtiva mudah dikenali, bahkan hanya dengan melihat cermin. Jika tidak disertai rasa sakit atau gangguan penglihatan, kondisi ini bisa dipastikan cukup ringan.
Namun, bila terjadi berulang kali, dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Termasuk pemeriksaan fisik dan tes darah, untuk memastikan tidak ada masalah medis yang mendasarinya.
Kabar baiknya, pendarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan khusus. Darah akan terserap kembali secara alami oleh tubuh.
Namun, jika kasus ini sering terjadi, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialias mata. Hal itu untuk memastikan tidak ada gangguan pembekuan darah, atau kondisi medis lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association