Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:20 WIB

Demam Berdarah: Penyebab, Cara Penyebaran, dan Pencegahannya

Author

Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (theconversation.com)

INDOZONE.ID - Demam berdarah masih menjadi salah satu penyakit  yang paling sering muncul dan berbahaya di Indonesia. Setiap tahun, ribuan orang terinfeksi akibat gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus dengue ini. 

Meski umum terjadi, banyak orang belum benar-benar memahami bagaimana penyebaran penyakit ini dan apa saja langkah pencegahannya. 

Nah agar kamu terhindar dari penyakit ini, berikut penyebab demam berdarah serta cara-cara sederhana yang bisa dilakukan untuk perlindungan diri dan keluarga.

Cara Demam Berdarah Menyebar 

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes atau jenis nyamuk yang juga dapat membawa virus Zika. Ketika nyamuk ini menggigit seseorang yang sudah terinfeksi dengue, virus ikut terbawa ke dalam tubuhnya. 

Baca juga: 5 Tahun Lagi Indonesia Bebas DBD, Vaksin Dengue Sudah Sampai Kutai Kartanegara

Setelah itu, nyamuk dapat menularkan virus ke orang lain melalui gigitan berikutnya. Pola penyebaran inilah yang membuat demam berdarah cepat menyebar, terutama di lingkungan padat dan bersuhu hangat.

Penyebab Demam Berdarah 

Demam berdarah terjadi akibat infeksi salah satu dari empat jenis virus dengue. Ketika nyamuk Aedes yang membawa virus ini menggigit kamu, virus langsung memasuki aliran darah dan mulai berkembang biak.

Pertumbuhan virus yang cepat serta reaksi tubuh untuk melawannya dapat memicu gejala awal seperti demam dan nyeri.

Virus dengue juga dapat merusak komponen darah yang bertugas membentuk pembekuan dan menjaga kekuatan dinding pembuluh darah. 

Baca juga: Kenali Gejala DBD Pada Anak, Waspada Sebelum Terlambat!

Kerusakan ini, ditambah zat kimia yang dilepaskan sistem imun, membuat pembuluh darah menjadi rapuh dan mudah bocor.

Akibatnya, dapat terjadi pendarahan internal yang menjadi ciri demam berdarah berat dan berpotensi mengancam jiwa.

Pencegahan Demam Berdarah 

Cara paling efektif untuk menurunkan risiko demam berdarah adalah dengan mencegah gigitan nyamuk sejak awal.

Gunakan obat nyamuk yang terdaftar di EPA dan mengandung 20–30% DEET atau bahan lain yang mampu mengusir nyamuk Aedes. 

Saat berada di luar ruangan, pastikan kulit tertutup pakaian untuk mengurangi area yang mudah digigit. Singkirkan semua genangan air di sekitar rumah karena menjadi tempat ideal nyamuk berkembang biak. 

Perbaiki kasa jendela atau pintu yang berlubang dan gunakan kelambu saat tidur, terutama di daerah rawan DBD.

Jika sedang hamil atau akan bepergian, periksa status wabah di lokasi tujuan agar kamu bisa mengambil langkah pencegahan ekstra.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cleveland Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU