Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 12:49 WIB

5 Fakta Bahaya DBD Saatnya Ibu Jadi Game Changer Lawan Dengue

5 Fakta Bahaya DBD Saatnya Ibu Jadi Game Changer Lawan DengueNyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (theconversation.com)

INDOZONE.ID - Peran ibu di rumah sekarang gak cuma masak, ngurus anak, atau bersih-bersih rumah. Sekarang, peran mereka jauh lebih luas, termasuk jadi garda depan dalam menjaga kesehatan keluarga dari ancaman penyakit seperti DBD alias demam berdarah dengue.

Peran Ibu Lawan Dengue

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik Dr.dr. Sukamto, SpPD, K-AI, FINASIM mengatakan, perempuan menjadi jembatan informasi dan penggerak aksi di lingkup rumah tangga maupun komunitas. Salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya risiko penyakit menular seperti dengue, yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, gaya hidup, atau tempat tinggal.

“Perlindungan dari dengue adalah tanggung jawab bersama. Perempuan punya peran penting dalam menggerakkan langkah itu. Saat kita semua ambil bagian, kita bukan hanya menjaga keluarga, tapi juga membangun masa depan yang lebih sehat,” katanya dalam acara 13th Annual Women’s Health Expo & Bazaar 2025 di Jakarta.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht menambahkan, perempuan adalah inti dari keluarga dan komunitas yang sehat. Makanya mereka terus dukung edukasi dan akses kesehatan buat perempuan.

“Kami percaya bahwa membangun keluarga yang sehat dimulai dari pemberdayaan perempuan, karena merekalah penggerak utama dalam setiap upaya perlindungan dan perawatan di rumah tangga,” ucap dia. 

Baca juga: Satu Anak di Situbondo Meninggal, Diduga Terkena Demam Berdarah Dengue


Penyakit Komorbid

Kata dr Sukamto, orang dewasa yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, memiliki risiko keparahan yang lebih tinggi jika terkena DBD. Misalnya,hipertensi 2-3 kali lipat, obesitas 1,5-2 kali lipat, penyakit ginjal 7 kali lipat; diabetes melitus 3-5 kali lipat; dan penyakit paru-paru 2-12 kali lipat. 

Jangan Remehin DBD pada Anak-anak

5 Fakta Bahaya DBD Saatnya Ibu Jadi Game Changer Lawan DengueDr.dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, Spesialis Anak Konsultan

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, sampai minggu ke-25 tahun 2025, udah ada hampir 80 ribu kasus DBD dengan 359 kematian. Dengue ini bukan cuma penyakit biasa. Dunia kesehatan udah mencatat bahwa sekitar setengah dari populasi dunia berisiko terkena dengue. 

Dr.dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, Spesialis Anak Konsultan mengatakan, anak-anak justru berada dalam kelompok paling rentan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam 7 tahun terakhir, kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak-anak dan remaja usia 5–14 tahun. 

“Tidak jarang orang tua datang membawa anaknya dalam kondisi yang cukup kritis, bahkan mengarah pada Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berisiko tinggi menyebabkan kegagalan organ karena perdarahan hebat dan penurunan tekanan darah secara drastis,” katanya.

Baca juga: 5 Tahun Lagi Indonesia Bebas DBD, Vaksin Dengue Sudah Sampai Kutai Kartanegara

Gejala Dengue

dr Bernie juga memaparkan gejala khas dengue, termasuk siklus demam seperti pelana kuda, serta tanda bahaya yang harus diwaspadai. Dengue memiliki tiga fase utama, yaitu fase demam tinggi, fase kritis (demam turun), dan fase penyembuhan (demam naik lagi). Gejala yang muncul biasanya meliputi demam tinggi, nyeri kepala, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, hingga ruam di kulit (petekie). 

Dia menegaskan, bila sekali anak terinfeksi dengue bukan berarti seseorang akan kebal selamanya, “Anak yang pernah terkena dengue tetap bisa terinfeksi kembali, dan yang perlu digarisbawahi, infeksi kedua justru berisiko menimbulkan gejala yang lebih berat dibanding infeksi pertama. Inilah yang membuat pencegahan menjadi semakin penting,” jelasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Fakta Bahaya DBD Saatnya Ibu Jadi Game Changer Lawan Dengue

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!