INDOZONE.ID - Atrial Septal Defect (ASD) adalah kelainan jantung bawaan yang terjadi ketika terdapat lubang pada dinding pemisah atrium kiri dan kanan, sehingga aliran darah menjadi tidak normal.
Kondisi ini sering tidak disadari gejalanya dan jika dibiarkan dapat memengaruhi fungsi jantung dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Mengetahui penyebab dan jenis sejak dini menjadi kunci untuk pencegahan dan penanganan yang tepat
Jenis-Jenis ASD (Atrial Septal Defect)
Atrial Septal Defect (ASD) dibedakan berdasarkan lokasi lubang pada septum atrium, masing-masing dengan karakteristik dan implikasi medis berbeda. Jenis-jenisnya diantara lain:
Baca juga: Genetik Depresi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung pada Wanita, Ini Penjelasannya!
- ASD Ostium Secundum= terjadi di tengah septum dan sering baru terdeteksi saat dewasa karena gejala muncul lambat.
- ASD Ostium Primum=berada di bagian bawah septum dekat katup jantung dan sering dikaitkan dengan kelainan katup, sehingga memerlukan penanganan lebih intensif.
- ASD Sinus Venosus= jarang terjadi dan berada di atas septum dekat vena, memengaruhi aliran darah dari vena pulmonalis dan kadang membutuhkan pencitraan khusus untuk diagnosa.
Penyebab ASD
Banyak ASD kasus bersifat idiopatik atau tanpa penyebab spesifik, tetapi faktor genetik dan lingkungan dapat meningkatkan risikonya.
Riwayat keluarga dengan kelainan jantung, mutasi gen tertentu, paparan infeksi atau zat berbahaya selama kehamilan, serta kondisi kesehatan ibu seperti diabetes yang tidak terkontrol, menjadi beberapa faktor risiko ASD ini.
Baca juga: Hati-hati! Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya
ASD juga sering ditemukan pada bayi dengan sindrom genetik, misalnya Down Syndrome, yang memengaruhi pembentukan struktur jantung.
ASD ini bisa disembuhkan dengan MICS atau prosedur operasi jantung yang dilakukan melalui sayatan kecil (biasanya 3-5 cm) di antara tulang rusuk, tanpa membelah tulang dada.
Kriteria Pasien yang Layak Menjalani MICS
Penentuan kelayakan pasien untuk menjalani Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) dilakukan melalui evaluasi menyeluruh.
Pasien dengan ASD tanpa komplikas, seperti gagal jantung atau hipertensi pulmonal umumnya dapat menjalani prosedur ini.
“Asd yang tidak disertai komplikasi boleh melakukan operasi ini, misalnya gagal jantung. Assament lainnya adalah fungsi paru harus di evaluasi karena saat operasi paru sebelah kiri diistrirhatkan,” Kata Dr Dicky A Wartono dalam Jumpa Pers Online (11/12/25)
Jika seluruh pemeriksaan, termasuk CT scan, menunjukkan hasil baik atau tidak komplikasi penyakit lain maka pasien dapat dinyatakan kandidat ideal untuk MICS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan