Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 11:45 WIB

9 Penyebab Kesemutan yang Harus Diwaspadai dan Perlu Bantuan Dokter!

Author

kesemutan di tangan (freepik @krakenimages.com)

INDOZONE.ID - Kesemutan sering dianggap biasa, padahal 9 penyebab kesemutan yang harus diwaspadai ini bisa jadi sinyal masalah kesehatan serius.

Kondisi yang secara medis dikenal sebagai parestesia ini muncul ketika saraf mengalami iritasi, menyebabkan sinyal menuju otak tidak seimbang.

Gejalanya terasa seperti aliran listrik halus atau sensasi semut merayap pada anggota tubuh.

Karena dapat mengganggu aktivitas, memahami apa saja penyebab kesemutan adalah langkah penting. 

Baca juga: Minum Hot Cocoa Ternyata Bikin Tubuh dan Otak Makin On, Dokter Ungkap 3 Manfaat Penting

9 Penyebab Kesemutan yang Harus Diwaspadai

Berikut beberapa penyebab kesemutan yang harus diwaspadai dan butuh bantuan dokter untuk menanganinya.

1. Saraf Terjepit (Posisi Tubuh)

Saraf terjepit adalah pemicu kesemutan yang sangat umum. Posisi tubuh yang tidak tepat, seperti duduk bersila terlalu lama, membuat saraf mengalami tekanan.

Tekanan tersebut menimbulkan mati rasa atau rasa menggelitik yang menjalar ke bagian lain tubuh. Kondisi ini umumnya membaik ketika tekanan dilepas dan peredaran darah kembali normal.

2. Keracunan Makanan (Toxin)

Sebagian kasus kesemutan dapat dipicu oleh keracunan makanan laut yang tercemar racun ciguatera. Zat ini berasal dari plankton yang terbawa ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan tertentu.

Racun tersebut mengganggu saraf dan memicu sensasi tidak nyaman pada anggota tubuh (parestesia).

Pada kondisi berat, gejala dapat berkembang menjadi gangguan jantung yang memerlukan perhatian medis segera.

kesemutan di kaki (halodoc)

3. Gagal Ginjal (Neuropati Uremik)

Gagal ginjal memicu gangguan neuropati perifer karena penumpukan zat sisa metabolisme (uremik) dalam darah. Kerusakan saraf tepi ini menyebabkan mati rasa, lemas, dan kesemutan berkepanjangan.

Ketika fungsi ginjal menurun, tubuh kehilangan kemampuan menjaga keseimbangan elektrolit sehingga saraf tidak bekerja optimal.

4. Carpal Tunnel Syndrome (Pergelangan Tangan)

Tekanan berlebih pada saraf median di pergelangan tangan menimbulkan gejala kesemutan yang mengganggu aktivitas.

Kondisi yang dikenal sebagai Carpal Tunnel Syndrome ini terjadi setelah cedera atau peradangan yang memengaruhi struktur pergelangan tangan.

Baca juga: Hati-Hati Atrial Septal Defect (ASD), Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

Rasa lemas di tangan dan lengan biasanya muncul bersamaan dengan sensasi tersengat.

5. Gejala Awal Stroke (Kesemutan Mendadak)

Kesemutan tiba-tiba dapat menjadi tanda penyakit stroke. Gangguan ini muncul ketika pembuluh darah otak tersumbat atau pecah sehingga aliran oksigen terhambat.

Gejala kesemutan biasanya terjadi pada satu sisi tubuh dan disertai gangguan bicara, kelemahan otot, atau perubahan penglihatan. Situasi ini membutuhkan penanganan cepat agar kerusakan otak tidak meluas.

kesemutan di kaki (alodokter)

6. Konsumsi Alkohol Berlebihan (Neuropati Alkoholik)

Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak saraf perifer.

Kondisi yang disebut neuropati alkoholik ini menyebabkan sensasi terbakar, mati rasa, dan kesemutan pada beberapa bagian tubuh, terutama kaki.

Kerusakan saraf terjadi karena toksisitas alkohol dan kurangnya nutrisi penting bagi metabolisme sel.

7. Multiple Sclerosis (Kerusakan Selubung Saraf)

Multiple Sclerosis (MS) merusak pelindung saraf (myelin) pada otak dan sumsum tulang belakang.

Baca juga: Kenali Tanda Awal ASD dan Keunggulan Operasi Jantung MICS di Indonesia

Perubahan ini menyebabkan sinyal saraf menjadi terganggu sehingga muncul gejala kesemutan, tremor, dan sensasi listrik ketika leher menunduk (Lhermitte's sign).

Penyakit ini berlangsung kronis dan membutuhkan pengelolaan jangka panjang.

8. Diabetes Neuropati (Gula Darah Tinggi)

Diabetes yang tidak terkontrol memicu kerusakan saraf perifer dalam jangka panjang. Kondisi ini disebut diabetes neuropati.

Gejalanya meliputi kesemutan, nyeri, kram, dan rasa terbakar pada kaki. Kerusakan saraf terjadi karena tingginya kadar gula darah yang merusak jaringan saraf secara bertahap.

tangan kesemutan (mandayahospitalgroup)

9. Aliran Darah Tidak Lancar (Oksigen Kurang)

Aliran darah yang terhambat membuat jaringan tubuh kekurangan oksigen.

Ketika distribusi darah tidak mencapai area tertentu, muncul sensasi kesemutan sebagai tanda gangguan peredaran darah. Kebiasaan merokok atau kurang gerak dapat memperburuk kondisi ini.

Baca juga: Ternyata Ini Rahasia Kulit Sehat ala Cinta Laura: Dimulai dari Gaya Hidup Sehat

Kapan Kesemutan Harus Diwaspadai?

Meskipun sering dianggap remeh, ada beberapa kondisi di mana kesemutan menjadi tanda bahaya (red flags) yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

Anda harus segera mencari pertolongan dokter jika parestesia disertai dengan:

  • Kesemutan mendadak yang hanya terjadi pada satu sisi tubuh
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot
  • Gangguan bicara atau penglihatan
  • Kesemutan yang berlangsung lama dan tidak hilang
  • Nyeri hebat yang menyertai mati rasa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mitrakeluarga.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU