Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 16:01 WIB

Pahami Autoimun, Perempuan Ternyata Berisiko Lebih Tinggi Mengalaminya

Pahami Autoimun, Perempuan Ternyata Berisiko Lebih Tinggi MengalaminyaIlustrasi penyakit autoimun. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penyakit autoimun kini menjadi salah satu isu kesehatan yang terus meningkat secara global. 

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penderita penyakit autoimun ini diperkirakan lebih dari 2,5 juta orang.

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang sel dan jaringan sehat. Hingga saat ini, lebih dari 100 jenis penyakit autoimun telah teridentifikasi. 

Sebagian diantaranya menyerang organ tertentu, sementara sebagian lainnya bersifat sistemik dan mempengaruhi berbagai organ tubuh sekaligus, termasuk kulit, sendi, paru-paru, usus, saraf, dan kelenjar tiroid.

Baca juga: Perjuangan Menyentuh Anak Yatim Lolos Jadi Anggota TNI Setelah 5 Kali Gagal

Faktor Penyebab Autoimun

Penyakit autoimun tidak muncul begitu saja. Penyebabnya sangat beragam dan sering kali merupakan kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, serta kondisi tubuh seseorang.

Resiko autoimun diketahui lebih tinggi pada perempuan usia produktif, terutama bila terdapat riwayat keluarga dengan penyakit autoimun.

Beberapa faktor lain juga dapat ikut berperan, seperti infeksi dan stress yang berlangsung berkepanjangan, ketidakseimbangan hormon, serta paparan polusi atau zat kimia tertentu termasuk asap rokok.

Selain itu, pola makan yang kurang seimbang dan gaya hidup yang tidak sehat dapat memperburuk respons sistem imun dan memicu peradangan dalam tubuh.

Baca juga: Perjuangan Menyentuh Anak Yatim Lolos Jadi Anggota TNI Setelah 5 Kali Gagal

Tanda dan Gejala Autoimun

Tanda-tanda autoimun bisa sangat berbeda pada setiap orang karena penyakit ini dapat menyerang organ tubuh yang berbeda.

Namun, beberapa keluhan yang paling sering muncul antara lain kelelahan berat yang tidak kunjung pulih, nyeri atau bengkak pada sendi, ruam kulit atau sensitivitas berlebihan terhadap sinar matahari, gangguan pencernaan yang berulang, serta demam berulang tanpa penyebab yang jelas.

Sering kali, gejala-gejala tersebut kerap dianggap keluhan kesehatan biasa sehingga banyak pasien datang ketika kondisinya sudah kronis. dr. Syahrizal menegaskan bahwa mengenali gejala sejak dini memiliki peran besar dalam keberhasilan penanganan.

"Apabila seseorang mulai merasakan keluhan tersebut, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter," ujar dr. Syahrizal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pahami Autoimun, Perempuan Ternyata Berisiko Lebih Tinggi Mengalaminya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!