INDOZONE.ID - Buah dikenal kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan penting bagi kesehatan tubuh.
Manfaat konsumsi buah mencakup peningkatan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, hingga pencegahan penyakit kronis. Namun, kebiasaan makan buah sering menimbulkan perdebatan di masyarakat.
Topik tentang waktu terbaik makan buah sebelum atau sesudah makan terus menarik perhatian pembaca, terutama karena berhubungan langsung dengan pola makan harian dan tujuan kesehatan, seperti diet.
Manfaat Makan Buah Sebelum Makan
Baca juga: Bisakah Jus Buah Bantu Meredakan Migrain? Yuk Simak Penjelasannya
Makan buah sebelum makan utama sering dikaitkan dengan rasa kenyang yang datang lebih awal. Strategi ini sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengontrol berat badan atau sedang menjalankan program diet.
- Mengurangi Asupan Kalori: Penelitian dalam jurnal Appetite menunjukkan bahwa asupan kalori bisa berkurang sekitar 15 persen jika mengonsumsi buah sebagai starter.
- Efek Serat Tinggi: Efek ini muncul karena kandungan serat buah yang cukup tinggi. Serat membuat lambung terisi lebih dulu sehingga porsi makanan utama yang dikonsumsi berkurang secara alami.
- Mengontrol Nafsu Makan: Selain itu, tubuh merespons dengan meningkatkan hormon yang memicu rasa kenyang. Akibatnya, nafsu makan lebih terkontrol, dan konsumsi berlebih dapat dihindari.
Kondisi ini bermanfaat signifikan bagi pengendalian berat badan dan kadar gula darah. Oleh karena itu, makan buah sebelum makan sering dipilih sebagai strategi diet yang efektif dan sederhana.
Keuntungan Makan Buah Setelah Makan
Kebiasaan makan buah setelah makan utama juga umum dilakukan masyarakat. Perlu ditekankan bahwa buah tetap memberikan vitamin, mineral, dan antioksidan penting bagi tubuh terlepas dari urutan konsumsinya.
Konsumsi ini tidak mengurangi manfaat gizi yang terkandung di dalam buah. Salah satu keuntungan utama makan buah setelah makan adalah:
- Mendukung Penyerapan Zat Besi: Beberapa buah, terutama yang kaya Vitamin C, mendukung penyerapan zat besi dari makanan utama (seperti daging atau sayuran hijau). Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih optimal. Manfaat ini sangat penting untuk membantu mencegah anemia secara alami.
Baca juga: Ingin Tunda Uban Muncul? Makanlah Sebanyak Mungkin Sayur dan Buah Ini!
Karena itu, makan buah setelah makan bukan kebiasaan yang keliru dan tetap menyehatkan.
Benarkah Buah Mengganggu Pencernaan Setelah Makan?
Anggapan bahwa buah dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, jika dimakan setelah makanan utama tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Penelitian dan fakta kesehatan menunjukkan bahwa rasa kembung atau begah lebih sering dipicu oleh porsi makan berlebihan secara keseluruhan, bukan urutan makan buah.
Bahkan, beberapa buah mengandung enzim alami yang justru mendukung proses pencernaan, seperti:
- Pepaya (mengandung Papain)
- Nanas (mengandung Bromelain)
- Pisang
- Mangga
- Alpukat
Baca juga: 7 Buah Pereda Nyeri Haid yang Bisa Kamu Coba Saat PMS
Enzim ini membantu proses pemecahan makanan di saluran cerna. Dengan demikian, makan buah tetap aman bagi sistem pencernaan kapan pun waktunya.
Berapa Banyak Buah yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi Setiap Hari?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan konsumsi buah sekitar 200 hingga 300 gram per hari. Jumlah tersebut setara dua hingga tiga porsi buah setiap hari.
Konsumsi rutin membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Selain itu, makan buah mendukung kesehatan jangka panjang secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dinkes.acehbaratdayakab.go.id