Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 18:05 WIB

5 Cara Jaga Kesehatan Mental saat Dibanjiri Berita Negatif di Media Sosial

Author

Ilustrasi scrolling handphone. (Freepik)

INDOZONE.ID - Media sosial kini menjadi sumber informasi utama bagi banyak orang.

Sayangnya, arus berita buruk seperti konflik, bencana, hingga isu global yang menegangkan sering muncul tanpa henti. 

Jika tidak disikapi dengan bijak, paparan ini dapat memicu kecemasan dan kelelahan mental.

Karena itu, penting memahami tips mengatasi cemas karena berita negatif agar pikiran tetap lebih tenang dan seimbang. Berikut caranya.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental di Era Digital: 5 Tips Jitu Detoks dari Gadget

5 Tips Mengatasi Cemas Karena Berita Negatif

Ilustrasi cemas (freepik/jcomp)

1. Atur Durasi Membaca Berita Setiap Hari

Terlalu lama terpapar berita negatif membuat otak terus berada dalam kondisi siaga. Hal ini dapat meningkatkan stres dan membuat emosi tidak stabil. 

Salah satu langkah sederhana adalah mengatur durasi layar untuk kesehatan mental, misalnya dengan menentukan waktu khusus untuk membaca berita.

Dengan membatasi waktu, kamu bisa membedakan kapan perlu update informasi dan kapan harus beristirahat. 

Kebiasaan ini juga efektif sebagai cara awal menghentikan doomscrolling yang sering terjadi tanpa disadari saat terus menggulir layar.

2. Pilih Sumber Informasi yang Kredibel dan Relevan

Tidak semua berita di media sosial perlu dikonsumsi. Banyak konten dibuat secara sensasional demi memancing emosi pembaca. 

Oleh karena itu, memilih sumber yang tepercaya menjadi langkah penting dalam cara menyaring feed media sosial agar positif.

Kamu juga bisa berhenti mengikuti akun yang terlalu sering menyebarkan kabar negatif tanpa sudut pandang solusi. 

Semakin relevan dan berimbang informasi yang kamu lihat, semakin ringan beban mental yang dirasakan.

Baca juga: Ingin Kesehatan Mental Tetap Terjaga dari Derasnya Paparan Medsos? Ikuti Kiat Ini

3. Sadari dan Hentikan Kebiasaan Doomscrolling

Doomscrolling biasanya dimulai dari rasa ingin tahu yang berlebihan. Kamu terus membaca berita buruk meski pikiran sudah terasa penuh dan tidak nyaman. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat memperburuk kecemasan.

Saat menyadari tanda-tandanya, segera ambil langkah nyata sebagai cara berhenti doomscrolling. 

Letakkan ponsel sejenak, tarik napas dalam, atau alihkan perhatian ke aktivitas ringan. Tindakan kecil ini membantu otak keluar dari siklus stres yang berulang.

4. Imbangi dengan Konten Positif dan Edukatif

Media sosial tidak selalu berdampak buruk jika digunakan secara seimbang. Mengikuti akun inspiratif, edukatif, atau menghibur dapat membantu menetralisir emosi setelah membaca berita berat.

Langkah ini merupakan bagian penting dari cara menyaring feed media sosial agar positif. Ketika linimasa dipenuhi konten yang menenangkan, suasana hati pun lebih terjaga dan pikiran tidak mudah lelah.

5. Terapkan Detoks Media Sosial Secara Berkala

Tidak ada keharusan untuk selalu online setiap saat. Mengambil jeda dari media sosial adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Bahkan jeda singkat dapat membantu menurunkan stres dan kejenuhan mental.

Kamu bisa menjadwalkan cara detoks media sosial dengan tidak membuka aplikasi tertentu selama beberapa jam atau satu hari penuh. 

Gunakan waktu tersebut untuk aktivitas yang lebih membumi, seperti membaca buku, berjalan santai, atau berbincang langsung dengan orang terdekat.

Menghadapi derasnya berita negatif di media sosial memang tidak mudah.

Namun, dengan memahami tips mengatasi cemas karena berita negatif, mengatur durasi layar, serta menerapkan detoks media sosial, kamu bisa melindungi kesehatan mental dengan lebih baik. 

Yuk, mulai lebih bijak bermedia sosial demi ketenangan pikiran jangka panjang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU