Senin, 22 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Pendekatan Kesehatan Sederhana dan Preventif Jelang Tahun Baru

Author

Ilustrasi diet gizi seimbang/Freepik

INDOZONE.ID - Menjelang pergantian tahun, pakar gizi menekankan pentingnya pendekatan kesehatan yang lebih sederhana, preventif, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu, di tengah maraknya tren kebugaran dan konsumsi suplemen yang kerap membuat masyarakat kewalahan.

Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, Vipada Sae-Lao, mengatakan bahwa perjalanan menuju hidup sehat tidak bisa diseragamkan. 

Menurut dia, strategi kesehatan yang efektif bagi seseorang belum tentu cocok bagi orang lain karena perbedaan kondisi tubuh, gaya hidup, serta ritme aktivitas sehari-hari.

“Tujuan utamanya adalah membantu individu menyusun resolusi kesehatan yang selaras dengan gaya hidup dan kebutuhan tubuh masing-masing, agar dapat mencapai keseimbangan jangka panjang,” ujar Sae-Lao dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Ia menilai pendekatan preventif kini semakin relevan. Hal ini tercermin dari Survei Herbalife Asia-Pacific Responsible Supplementation terbaru, yang menunjukkan 92 persen responden di kawasan Asia Pasifik menempatkan kesehatan preventif sebagai prioritas utama.

Baca juga: 5 Cara Jaga Kesehatan Mental saat Dibanjiri Berita Negatif di Media Sosial

Menurut Sae-Lao, investasi kesehatan tidak selalu harus dilakukan melalui perubahan besar dan drastis.

Konsistensi dalam membangun kebiasaan sehat justru menjadi fondasi utama, mulai dari pola makan seimbang, aktivitas fisik yang menyenangkan, kualitas tidur yang baik, hidrasi yang cukup, hingga kemampuan mengelola stres.

Ia menambahkan, tubuh akan bekerja optimal ketika mendapatkan asupan yang sesuai dengan kebutuhannya, bukan sekadar mengikuti tren kesehatan yang sedang populer.

Pola makan bergizi, kata dia, perlu mencakup protein berkualitas, karbohidrat sehat, lemak esensial, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang disesuaikan dengan metabolisme dan preferensi individu.

Terkait konsumsi suplemen, Sae-Lao mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikannya sebagai pengganti pola makan.

Berdasarkan survei yang sama, sekitar 80 persen responden di Asia Pasifik mengaku rutin mengonsumsi suplemen, namun banyak di antaranya masih ragu memilih produk yang sesuai kebutuhan.

“Suplemen seharusnya berfungsi melengkapi kekurangan nutrisi, bukan mengikuti tren,” ujarnya. 

Ia menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi, agar pemilihan suplemen berbasis sains dan berasal dari sumber terpercaya.

Baca juga: Cegah Stunting Harus dari Hulu ke Hilir, Wajib Penuhi Gizi Anak hingga Sanitasi Bersih

Selain nutrisi, manajemen stres juga disebut sebagai faktor penting bagi kesehatan jangka panjang.

Stres berkepanjangan dapat mempengaruhi sistem imun, pencernaan, metabolisme, hingga keseimbangan hormon.

Langkah sederhana seperti meditasi, jeda kerja, rutinitas relaksasi, dan menjaga kualitas tidur dinilai dapat membantu mengurangi dampak tersebut.

Pemanfaatan teknologi sehari-hari, seperti aplikasi pemantau aktivitas fisik, pola tidur, dan asupan nutrisi, juga dapat mendukung konsistensi gaya hidup sehat jika digunakan secara berkelanjutan.

“Pendekatan kesehatan yang sederhana, konsisten, dan sesuai kebutuhan individu menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang,” kata Sae-Lao.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU