Ilustrasi daun kelor. (Freepik)
INDOZONE.ID - Daun kelor tuh si kecil hijau yang sering banget diremehkan. Padahal, manfaatnya nggak kaleng-kaleng, mulai dari urusan kecantikan sampai kesehatan, semuanya bisa dibantu. Tumbuhan mungil yang punya nama keren Moringa oleiferaini sering dibahas karena disebut-sebut bisa bantu mengatur kadar gula darah. Tapi, bener nggak sih? Yuk, kita kulik bareng-bareng!
Sebelum nyambung ke masalah diabetes, kenalan dulu, yuk, sama si kelor ini. Daun kelor adalah tumbuhan yang sangat subur di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia. Nggak heran, dari dulu sudah dipakai buat jamu, obat tradisional, sampai jadi pelengkap masakan seperti sayur bening.
Meskipun daunnya kecil, kandungan nutrisinya luar biasa. Ada vitamin A, C, E, kalsium, zat besi, protein, sampai antioksidan. Makanya, banyak orang menyebutnya sebagai superfood lokal. Keren, kan?
Baca juga: 8 Manfaat Mengonsumsi Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh, Simak Manfaatnya
Kalau ngomongin diabetes, terutama tipe 2, kita bahas kondisi serius di mana tubuh kesulitan mengolah insulin. Akibatnya, kadar gula darah bisa naik terus dan, kalau dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi yang nggak main-main.
Selain obat dari dokter, hal paling penting untuk menjaga gula darah adalah pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Nah, di sinilah daun kelor mulai dilirik. Tapi, gimana sih kata penelitian?
Banyak yang percaya kalau rajin konsumsi daun kelor bisa bantu menurunkan gula darah. Tapi, yuk kita lihat fakta ilmiahnya!
Sebuah studi di jurnal Complementary Therapies in Medicine menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Di beberapa uji coba, baik pada hewan maupun manusia, hasilnya memang menunjukkan penurunan, meski pada manusia efeknya tidak terlalu besar.
Si kecil hijau ini punya kandungan polifenol dan flavonoid yang membantu melawan lonjakan gula darah. Tapi ingat, daun kelor bukan pengganti obat, tetapi lebih sebagai pendukung pola makan sehat.
Penelitian dari Journal of Diabetes and Metabolic Disorders menyebut bahwa daun kelor bisa meningkatkan sensitivitas insulin, terutama bagi tubuh yang sudah terlalu sering “kelelahan” akibat diet tinggi gula. Artinya, tubuh bisa lebih efisien dalam memproses glukosa.
Moringa alias daun kelor memiliki kandungan serat dan senyawa aktif yang dapat membantu menurunkan glycemic response, alias mencegah gula darah naik drastis setelah makan. Cocok banget buat yang ingin menjaga gula tetap stabil setelah makan berat.
Kandungan antioksidan tinggi di daun kelor juga bisa membantu tubuh melawan stres oksidatif yang sering jadi masalah utama bagi penderita diabetes. Organ penting seperti ginjal dan hati bisa lebih terlindungi dari kerusakan.
Meski banyak yang bilang daun kelor itu manjur, ada juga studi yang menyebut efeknya tidak terlalu signifikan. Misalnya, riset terhadap 40 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan adanya perubahan setelah konsumsi kelor, tapi dampaknya tergolong minimal.
Intinya, manfaat daun kelor memang ada, tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi. Ia bukan obat ajaib, melainkan pelengkap yang bagus untuk menjaga kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com, Medicalnewstoday.com