INDOZONE.ID - Varises merupakan gangguan pada pembuluh darah vena yang berfungsi mengalirkan darah dari kaki kembali ke jantung.
Kondisi tersebut terjadi ketika katup vena tidak bekerja optimal, sehingga aliran darah terhambat dan pembuluh darah melebar, serta tampak berkelok di permukaan kulit.
Perlu diketahui perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami varises, salah satunya karena kebiasaan lebih sering memakai sepatu hak tinggi atau high heels.
Penggunaan high heels membuat otot betis terus-menerus berkontraksi dalam posisi tidak alami, sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi kurang efektif.
Melihat dari dampaknya, penting mengetahui gejalanya dan cara mengastasinya sejak dini
Gejala Varises
Gejala varises ditandai dengan pembuluh darah berwarna biru atau ungu yang menonjol dan terlihat bengkok seperti tali.
Bahkan, kondisi ini sering disertai rasa berat, nyeri, pegal, kram, panas, atau gatal di kaki, terutama setelah kamu berdiri atau duduk terlalu lama.
Nah, pada kasus tertentu, varises juga dapat menyebabkan pembengkakan serta perubahan warna kulit di kaki.
Cara Mengatasi Varises
Varises sebaiknya ditangani sejak dini, terutama saat mulai muncul gejalanya seperti kaki terasa berat, nyeri, atau kesemutan.
Baca juga: Bahaya! Duduk Terlalu Lama saat Bekerja Bisa Picu Varises, Gimana Cara Mengatasinya?
Jika keluhan tersebut terus berlanjut, langkah penting yang perlu kamu lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter, untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) guna mengetahui kondisi pembuluh darah vena.
Selain itu, kamu juga bisa melakukan penanganan awal yang dapat dilakukan secara sederhana.
Mulai dari perubahan gaya hidup, menghindari berdiri atau duduk terlalu lama, menggunakan stoking khusus varises, serta mengonsumsi obat berbahan flavonoid sesuai anjuran dokter.
Langkah-langkah ini membantu mencegah varises semakin parah dan mengurangi keluhan yang dirasakan.
Apakah Varises Hanya Terjadi di Kaki?
Varises dapat muncul di berbagai bagian seluruh tubuh, karena hampir setiap organ memiliki pembuluh vena.
Contohnya, penderita sirosis hati dapat mengalami varises esofagus, sementara varises di area panggul dikenal sebagai pelvic congestion syndrome.
Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Varises Vagina Saat Hamil
Meski demikian, varises paling yang sering ditemui adalah di kaki, diakibat pengaruh gravitasi yang membuat darah dari tungkai harus mengalir kembali ke jantung, melawan arah alami.
Kondisi ini termasuk dalam penyakit chronic venous insufficiency (CVI), di mana varises berada pada tahap ketiga dari enam tahap yang ada.
Pada tahap awal CVI, penderita biasanya merasakan kaki pegal, berat, kesemutan, nyeri seperti terbakar, atau tertusuk.
Jika tidak ditangani, varises dapat memburuk hingga menyebabkan luka kronis atau borok yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Itulah gejala varises dan cara mengatasinya sejak dini.
Jika kamu mengalami varises dan kondisinya sudah terlalu parah, segera hubungin dokter ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospitals