Selasa, 13 JANUARI 2026 • 09:15 WIB

4 Fase Tidur yang Menentukan Kualitas Istirahatmu, Apa Saja?

Author

Ilustrasi wanita tidur. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tidur bukan sekadar memejamkan mata dan beristirahat. Di balik tubuh yang tampak diam, otak justru bekerja aktif menjalani berbagai fase tidur yang berperan penting dalam pemulihan fisik dan mental. 

Berikut, penjelasan lengkap mengenai empat fase tidur yang dialami tubuh setiap hari, dan fungsinya bagi keseimbangan tubuh.

4 Tahapan Tidur Manusia

Ilustrasi tidur. (Freepik)

1. Fase NREM Tahap 1 - Tidur Ringan

Fase pertama dalam tahapan tidur manusia adalah NREM tahap awal atau tidur ringan.

Pada tahap ini, tubuh mulai bertransisi dari kondisi sadar menuju tidur. Mata tertutup, tetapi otak masih cukup responsif terhadap suara dan sentuhan.

Gelombang otak bergerak cepat namun kecil, membuat seseorang masih mudah terbangun. Tak jarang, muncul sensasi seperti terjatuh atau mendengar suara samar. 

Meski terlihat sepele, fase ini menjadi pintu masuk penting menuju siklus tidur REM dan NREM yang lebih dalam.

Baca juga: 5 Manfaat Tidur Siang bagi Anak yang Jarang Diketahui Orang Tua

2. Fase NREM Tahap 2 - Persiapan Tidur Nyenyak

Memasuki fase kedua, tubuh mulai benar-benar beristirahat. Denyut jantung dan napas melambat, suhu tubuh menurun, serta kesadaran terhadap lingkungan semakin berkurang.

Otak menghasilkan sleep spindle dan K-complex yang berfungsi menjaga tidur tetap stabil dan membantu proses pengolahan informasi. 

Tahap ini berperan besar dalam menciptakan kualitas tidur yang baik, karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke fase tidur pulas.

Baca juga: Sering Tersentak Kaget Saat Tidur? Itulah Hypnic Jerk, Yuk Kenali Penyebab dan Solusi Mengatasinya!

3. Fase NREM Tahap 3 - Tidur Pulas

Inilah fase tidur terdalam sebelum memasuki REM. Pada tahap ini, gelombang otak delta mendominasi, tubuh menjadi sangat sulit dibangunkan, dan tidak ada pergerakan mata maupun otot.

Berbagai proses pemulihan terjadi di sini, mulai dari perbaikan jaringan, penguatan otot dan tulang, hingga peningkatan sistem imun.

Fase ini juga menjadi salah satu ciri-ciri tidur nyenyak yang paling penting karena berkaitan langsung dengan regenerasi tubuh.

Gangguan seperti sleepwalking, night terror, dan mengompol pada anak biasanya terjadi pada fase ini.

4. Fase REM - Tidur Bermimpi

Fase terakhir dalam fase tidur adalah REM (Rapid Eye Movement). Pada tahap ini, aktivitas otak meningkat tajam, mata bergerak cepat, dan mimpi paling sering terjadi.

Meski otak aktif, otot tubuh justru sangat rileks sehingga tubuh tidak bergerak mengikuti mimpi. Fase REM berperan besar dalam konsolidasi memori, pengaturan emosi, serta fungsi tidur bagi kesehatan mental.

Satu siklus tidur biasanya dimulai dari NREM dan diakhiri dengan REM, lalu berulang beberapa kali sepanjang malam dengan durasi REM yang semakin panjang menjelang pagi.

Memahami fase tidur membantu kita menyadari bahwa, tidur berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga tentang siklus yang utuh dan seimbang. 

Dengan menjaga pola tidur teratur dan lingkungan tidur yang nyaman, tubuh dapat menjalani seluruh tahapan tidur manusia secara optimal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthshots.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU