INDOZONE.ID - Saat otot kaku dan tegang, membunyikan tulang sendi atau sering disebut “cracking” hingga berbunyi menjadi kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Setelah melakukan, banyak orang merasa lebih rileks.
Membunyikan tulang tersebut bukan berarti benar-benar tulang secara harfiah, melainkan hasil bunyi dari sendi. Sendi-sendi pada tulang tubuh memang dapat diputar, seperti memutar leher, pergelangan tangan, hingga jari bisa berbunyi.
Tahukah kamu, sering melakukan gerakan tersebut bisa memicu potensi berbahaya di baliknya. Jika terlalu sering dilakukan dan berlebihan, bisa berisiko pada penyakit yang akan kamu dapat.
Baca juga: Depresi dan Ingin Menyakiti Diri Sendiri? 15 Cara Lebih Baik untuk Mengatasi Rasa Sakit Emosional
Bahaya Membunyikan Tulang Sendi Berlebihan
1. Risiko Instabilitas Sendi
Apabila sendi sering dibunyikan, apalagi dengan gerakan paksa di leher dan punggung, bisa terjadi pelonggaran pada ligamen.
Ligamen merupakan jaringan ikat untuk menstabilkan sendi. Jika ini meregang berlebihan, stabilitas sendi bakal terganggu dan memicu kondisi seperti subluksasi, hipermobilitas, dan percepatan degenerasi sendi.
2. Kerusakan Struktur Sendi
Struktur sendi bisa rusak akibat manipulasi yang dilakukan secara profesional. Misalnya, membunyikan leher mendadak yang bisa membuat cedera pada cakram intervertebralis atua herniasi diskus (saraf terjepit).
Tekanan berlebihan pada leher ini bisa merusak arteri vertebralis. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke karena diseksi arteri di beberapa kasus.
Baca juga: Mengenal Brain Zaps: Sensasi Kejut di Otak yang Sering Muncul saat Hentikan Antidepresan
3. Ketidakseimbangan Otot dan Postur
Jika kamu sering membunyikan tulang belakang atau leher, membuat otot sekitar area itu jadi tidak seimbang. Masalah ini terjadi karena adanya gerakan manipulatif, sehingga bisa membuat otot tertentu lebih aktif, sementara lainnya jadi lemah.
Kondisi ini mengakibatkan beberapa masalah pada tubuh, mulai dari postur tubuh terganggu, risiko skoliosis meningkat, dan nyeri kronis di bagian punggung, leher, dan bahu.
4. Risiko Radang Sendi (Osteoartitis)
Radang sendi merupakan salah satu dampak bagi seseorang yang sering membunyikan sendi. Ada beberapa gejala dalam kasus yang kebiasaan membunyikan sendi pada jari, seperti nyeri pada sendi, kekakuan, dan pembengkakan.
Jika dilakukan berlebih, kondisi sendi akan lebih cepat keausan tulang rawan, sehingga memicu osteoarthritis.
Baca juga: Mengenal Possession atau Kerasukan Secara Medis, Bukan Cuma soal Dunia Gaib Lho!
5. Gangguan Psikologi dan Ketergantungan
Dampak terakhir akibat sering membunyikan tulang yaitu ketergantungan dan gangguan psikologis. Banyak orang merasa tidak tenang kalau belum membunyikan tulang dalam waktu lama.
Namun, kebiasaan ini bisa menyebabkan gangguan kecemasan ringan, kompulsif berulang, dan gangguan fokus.
Kebiasaan ini akan lebih berbahaya jika seseorang membunyikan tulang di waktu yang tidak tepat, seperti bekerja atau mengemudi. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko cedera pada sendi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Spineclinic.id