INDOZONE.ID - Jika kamu pergi ke klinik atau rumah sakit untuk berobat karena sedang demam, batuk berdahak, atau pemeriksaan penyakit secara menyeluruh, mungkin akan diarahkan ke dokter umum terlebih dahulu.
Berbeda dengan orang-orang yang memiliki penyakit lebih spesifik, yang membutuhkan perawatan lebih intensif pada satu bidang atau bagian tubuh tertentu. Biasanya, orang-orang ini akan direkomendasikan untuk cek ke dokter spesialis.
Dokter spesialis merupakan seseorang yang sudah melewati pendidikan dokter umum, kemudian lanjut ke pendidikan spesialis. Dokter ini memiliki keahlian khusus untuk menangani masalah kesehatan pada bagian tubuh tertentu.
Buat kamu yang masih bingung macam-macam dokter spesialis yang ada, berikut daftar lengkapnya.
Baca juga: Depresi Bisa Terlihat ‘Normal’, Ini 8 Tanda yang Jarang Orang Sadari
Macam-Macam Dokter Spesialis
1. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter spesialis penyakit dalam (Sp.PD) sering disebut juga internis, akan membantu pasien yang punya masalah jantung, gangguan pencernaan, hingga diabetes.
Spesialis penyakit dalam ini memiliki beberapa sub spesialis, yaitu dokter penyakit dalam kardiovaskular (Sp.PD-KKV), dan dokter ahli endokrin (Sp.PD-KEMD).
2. Dokter Spesialis THT
Dokter spesialis kedua yaitu THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Dokter spesialis THT menangani gangguan pada ketiga bagian tubuh tersebut.
Biasanya, jika kamu punya masalah pada hidung akan memengaruhi fungsi telinga. Hal ini juga sering terjadi pada tenggorokan dan telinga yang mengalami masalah tertentu.
3. Dokter Spesialis Mata
Dokter spesialis mata (Sp.M) adalah dokter yang fokus dalam mendiagnosis dan mengobati masalah indra penglihatan. Kamu bisa datang ke dokter ini jika mengalami masalah, seperti katarak, rabun jauh, glaukoma, bahkan tumor atau kanker mata.
Baca juga: Superfood Indonesia: Daftar Makanan Lokal Bergizi Tinggi yang Tak Kalah dari Panganan Impor
4. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) memiliki keahlian yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita, kehamilan, dan persalinan.
Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang belajar tentang kehamilan dan persalinan. Sedangkan ginekologi mempelajari reproduksi wanita.
Dokter ini sering disebut juga dokter obgyn atau kandungan. Mereka bisa bantu pasien untuk periksa kehamilan, memantau kondisi rahim, serta melakukan pemeriksaan rutin untuk kesehatan organ intim wanita.
5. Dokter Spesialis Saraf
Dokter spesialis saraf (Sp.N) sering disebut juga neurologis. Dokter ini fokus pada pemeriksaan dan penanganan sistem saraf, seperti otak, saraf tepi, dan saraf tulang belakang.
Jika kamu sering merasakan kejang, kesulitan berjalan, tremor, bahkan mudah lelah, bisa konsultasi ke dokter spesialis saraf.
6. Dokter Spesialis Anak
Dokter spesialis anak atau pediatri (Sp.A) adalah dokter dengan ahli merawat serta mendiagnosis kesehatan pada bayi dan anak-anak, seperti cacat bawaan, perkembangan anak, atau masalah genetik. Umumnya, dokter spesialis anak menangani pasien berusia 0-18 tahun.
Baca juga: Efek Samping Pasta Gigi Whitening yang Jarang Dibahas
7. Dokter Spesialis Ortopedi
Dokter spesialis ortopedi (Sp.OT) memiliki keahlian untuk menangani masalah pada tulang. Dokter ini fokus diagnosis, koreksi, perawatan, atau pencegahan masalah pada tulang. Selain itu, dokter ini bisa mendiagnosis gangguan pada otot, ligamen, tendon, sendi, dan saraf.
8. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) menangani berbagai penyakit yang berhubungan pada kesehatan kulit dan kelamin. Kamu bisa konsultasi berbagai masalah, seperti penyakit kulit, mulut, kelenjar keringat, kuku, kelenjar minyak, dan masalah lain pada kelamin.
Dokter ini juga dikenal sebagai dermatolog, tidak hanya menangani wanita saja, tapi bisa menangani pasien pria, anak-anak, dan lansia.
Baca juga: Apa Itu Makanan Superfood? Ini Manfaat dan Jenisnya yang Wajib Kamu Coba
9. Dokter Spesialis Kejiwaan
Dokter spesialis kejiwaan (Sp.KJ) atau psikiater merupakan dokter dengan keahlian mendiagnosis, terapi, dan konseling kejiwaan sesuai kondisi pasien.
Dokter ini bisa membantu pasien yang sering mengalami halusinasi, pikiran untuk bunuh diri, panik, dan lainnya. Berbeda dengan psikolog, psikiater bisa memberikan resep obat-obatan untuk pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hellosehat.com, Alodokter.com