Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 16:45 WIB

Apakah Kanker Payudara Hanya Menyerang Perempuan? Fakta yang Jarang Diketahui

Author

Ilustrasi wanita pengidap kanker payudara (Freepik/black.salmon)

INDOZONE.ID - Kanker payudara sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang perempuan. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, tetapi juga bukan jawaban lengkap. Memang, kanker payudara jauh lebih umum pada perempuan, namun fakta medis menunjukkan bahwa pria pun bisa terkena kanker payudara, meskipun risikonya jauh lebih rendah. Artikel ini akan membahas apa itu kanker payudara, apakah benar pria bisa mengalaminya, serta fakta-fakta penting yang jarang diketahui tentang penyakit ini.

Kanker payudara adalah kondisi ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel ini biasanya membentuk benjolan atau tumor ganas yang bisa menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak ditangani.

Meski lebih sering terjadi pada perempuan karena jaringan payudaranya lebih berkembang, kanker payudara juga bisa dialami oleh pria. Pasalnya, pria tetap memiliki jaringan payudara, dan jika terjadi perubahan sel yang tidak normal, kanker tetap bisa muncul.

Kanker Payudara Tidak Eksklusif untuk Perempuan

Fakta yang sering luput dari perhatian adalah kanker payudara bukan hanya menyerang perempuan. Pria juga memiliki jaringan payudara, meskipun jumlahnya sedikit dan tidak berkembang seperti pada perempuan. Jaringan ini tetap terdiri dari saluran, lemak, dan jaringan ikat, dan di situlah sel kanker bisa tumbuh jika terjadi perubahan yang tidak normal.

Memang, kasus kanker payudara pada pria tergolong sangat jarang. Data dari berbagai organisasi kesehatan dan penelitian medis menunjukkan jumlahnya kurang dari 1 persen dari seluruh kasus kanker payudara. Artinya, dari 100 orang yang didiagnosis kanker payudara, biasanya bahkan tidak sampai satu orang adalah pria.

Meski angkanya kecil, hal ini tetap penting untuk disadari. Risiko kanker payudara bisa ada pada siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, walaupun peluangnya memang jauh berbeda. Kesadaran ini penting agar gejala tidak diabaikan hanya karena merasa “tidak mungkin terjadi.”

Baca juga: Gen Alpha Sudah Mulai Belajar SADARI untuk Cegah Risiko Kanker Payudara

Seberapa Umum Kanker Payudara pada Pria?

Data kesehatan internasional menunjukkan bahwa kanker payudara pada pria memang jarang, tetapi tetap bisa terjadi. Menurut American Cancer Society, setiap tahunnya hanya ada sekitar 1,3 kasus baru per 100.000 pria, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan pada perempuan.

Jika dilihat dari risiko seumur hidup, sekitar 1 dari 726 pria berpotensi mengalami kanker payudara. Sebagai perbandingan, pada perempuan risikonya jauh lebih tinggi, yaitu sekitar 1 dari 8 orang. Angka ini menunjukkan betapa besarnya perbedaan kejadian kanker payudara antara laki-laki dan perempuan.

Kanker payudara pada pria juga cenderung muncul pada usia yang lebih tua, umumnya antara 60 hingga 70 tahun. Meski begitu, kondisi ini tetap bisa terjadi pada usia yang lebih muda, walaupun kasusnya lebih jarang.

Kenapa Pria Bisa Terkena Kanker Payudara?

Ilustrasi Kanker Payudara pada Pria. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)

Pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah, “Jika jaringan payudara pria kecil, mengapa kanker bisa muncul?” Jawabannya karena kanker payudara terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara mengalami mutasi genetik yang membuatnya tumbuh dan berkembang secara tak terkendali. Mutasi ini tidak terkait dengan ukuran jaringan, melainkan dengan perubahan sel di tingkat DNA.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria, antara lain:

  1. Usia
    Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 60 tahun.
  2. Mutasi Genetik
    Mutasi pada gen tertentu, seperti BRCA2, dapat meningkatkan risiko kanker payudara tidak hanya pada perempuan, tetapi juga pada pria.
  3. Paparan Estrogen Tinggi
    Pria dengan kadar estrogen tinggi, misalnya akibat kondisi medis tertentu atau penggunaan obat tertentu, berisiko lebih besar.
  4. Riwayat Keluarga
    Pria yang memiliki keluarga dekat dengan riwayat kanker payudara, terutama yang terkait mutasi gen BRCA, memiliki risiko lebih tinggi.
  5. Paparan Radiasi
    Paparan radiasi di area dada juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Meski faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko, banyak pria yang terkena kanker payudara tidak memiliki faktor risiko yang jelas. Hal ini membuat kewaspadaan dan pemeriksaan rutin tetap penting.

Baca juga: Dampak Merokok dan Minum Alkohol terhadap Risiko Kanker Payudara

Gejala Kanker Payudara pada Pria dan Perempuan

Gejala kanker payudara pada pria dan perempuan pada dasarnya mirip, meskipun jaringan yang terpengaruh berbeda. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Benjolan di payudara atau dada, yang biasanya menjadi gejala pertama.
  • Perubahan pada kulit payudara, seperti berkerut, berubah tekstur, atau tampak menipis.
  • Perubahan pada puting, seperti perubahan bentuk, nyeri, atau keluarnya cairan.
  • Pembengkakan di sekitar ketiak, yang dapat menandakan penyebaran ke kelenjar getah bening.

Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang menderita kanker payudara. Namun, jika muncul perubahan yang mencurigakan, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perbedaan Perawatan Kanker Payudara pada Pria dan Perempuan

Ketika pria didiagnosis menderita kanker payudara, langkah perawatannya pada dasarnya sama dengan pada perempuan. Perawatan dapat meliputi operasi, kemoterapi, terapi hormon, dan radiasi, tergantung pada stadium kanker dan karakteristik tumor.

Namun, karena kanker payudara pada pria lebih jarang, sering terjadi keterlambatan diagnosis. Banyak pria yang tidak menyadari bahwa mereka bisa terkena penyakit ini, sehingga diagnosis sering ditegakkan pada stadium yang lebih lanjut dan perawatannya menjadi lebih kompleks.

Pentingnya Kesadaran dan Deteksi Dini

Salah satu hal yang sering terlupakan dalam diskusi tentang kanker payudara adalah kesadaran bahwa pria juga berpotensi mengalaminya. Minimnya kampanye kesehatan mengenai kanker payudara pada pria membuat banyak kasus baru terdeteksi saat penyakit sudah berkembang cukup jauh.

Deteksi dini selalu meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan, tanpa memandang jenis kelamin. Oleh karena itu, pemeriksaan diri terhadap perubahan pada payudara atau dada serta pemeriksaan medis secara rutin sangat penting.

Kanker payudara memang lebih identik dengan perempuan, tetapi pria juga bisa mengalaminya, meskipun sangat jarang. Risiko pria terkena kanker payudara jauh lebih rendah dibandingkan perempuan, namun bukan berarti nol. Kurang dari 1 persen dari seluruh kasus kanker payudara terjadi pada pria, dan risiko tersebut meningkat oleh faktor usia, genetik, serta hormonal.

Kunci utamanya adalah memahami fakta ini agar anggapan bahwa kanker payudara hanya menyerang perempuan dapat diluruskan. Dengan begitu, baik laki-laki maupun perempuan dapat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini ketika muncul gejala yang mencurigakan.

Dengan informasi yang tepat, stigma seputar kanker payudara dapat dikurangi dan peluang deteksi dini semakin besar, yang pada akhirnya meningkatkan keberhasilan perawatan kanker payudara pada semua kelompok, tanpa memandang jenis kelamin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cancer.org, PubMed

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU